Menkes Turki, Koca: “Kami Menargetkan Vaksinasi Hingga 35 Juta Orang Pada Maret”

0
35
Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca (Sumber Foto : Anadolu Agency)

BERITATURKI.COM, Ankara– Turki menargetkan untuk menyelesaikan vaksinasi antara 30 juta hingga 35 juta orang pada Maret dalam upaya inokulasi besar-besaran, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan, menambahkan bahwa ini akan memberikan “bantuan yang signifikan” dalam perang negara melawan wabah tersebut.

Pada tahap pertama, yang akan mencakup periode tiga bulan, suntikan akan diberikan kepada 30 juta hingga 35 juta orang yang paling rentan, kata Fahrettin Koca kepada harian Hürriyet.

“Tapi bantuan terbesar akan datang ketika 60 persen dari seluruh populasi divaksinasi. Saya memperkirakan target ini akan terpenuhi mulai Juni [2021]. 60 persen itu berarti vaksinasi 50 juta orang, ”kata Koca.

Dia menjelaskan bahwa produksi vaksin akan meningkat secara global dan serangan yang dikembangkan secara lokal terhadap COVID-19 kemungkinan akan digunakan saat itu. “Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, saya bisa katakan target vaksinasi 60 persen bisa tercapai pada Juni,” imbuhnya.

Koca juga mengumumkan bahwa Turki menandatangani kesepakatan dengan BioNTech untuk membeli vaksin COVID-19 yang diproduksi bersama oleh perusahaan yang berbasis di Jerman dengan Pfizer.

Awalnya, 550.000 dosis suntikan akan dikirim ke negara itu pada akhir tahun atau paling lambat awal 2021, tulis menteri di Twitter pada 25 Desember.

Pernyataan pers Menkes Koca

Menurut Koca, 4,5 juta dosis vaksin akan dikirim ke negara itu pada akhir Maret 2021 berdasarkan perjanjian.

Turki dapat memiliki akses hingga 30 juta dosis sebagai bagian dari kesepakatan, kata Koca, seraya menambahkan bahwa penundaan dalam proses tersebut karena perusahaan tidak ingin bertanggung jawab atas kemungkinan masalah produksi.

Vaksinasi akan berdasarkan persetujuan tertulis, tambah Koca.

Turki juga menandatangani perjanjian untuk pengadaan total 50 juta dosis vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Sinovac China.

Batch pertama dari 3 juta dosis vaksin diharapkan tiba di Turki pada 28 Desember.

Hasil sementara dari uji coba fase 3 menunjukkan bahwa suntikan China 91,25 persen efektif, Koca mengumumkan pekan lalu setelah pertemuan Dewan Sains Kementerian Kesehatan.

Salah satu anggota dewan mengatakan bahwa tidak ada efek samping utama yang terlihat selama persidangan.

Efek samping yang umum disebabkan oleh vaksin adalah demam, nyeri ringan dan sedikit kelelahan, jelas Profesor Serhat Ünal dari Dewan Sains.

Sumber: Hurriyet Daily News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here