Menkes Turki Fahrettin Harapkan Tak Ada Gelombang Kedua Dalam Kasus COvid-19 di Turki.

0
31
Menkes Turki
Menkes Turki, Fahrettin Koca sedang menyampaikan siaran pers ke awak media (foto; doc. AA)

Hal ini Disampaikan dengan semakin membaik dan terkendalinya kasus wabah berbahaya tersebut setelah berbagai upaya penanggulanagan bersama yang dilakukan oleh Pemerintah dan Masyarakat Turki.

BERITATURKI.COM, Ankara (04/06)

Menteri Kesehatan Turki pada konferensi pers kemarin malam mengatakan negara itu tidak mengharapkan gelombang kedua dari virus Covid-19, yang telah merenggut ratusan ribu nyawa di seluruh dunia.

Dalam keadaan saat ini, berkat pemahaman yang baik dari dari publik Turki tentang langkah-langkah konkrit terkait pencegahan dan penanggulangan wabah “kami tidak mengharapkan gelombang kedua, kata pejabat utama Kemenkes Turki ini kepada wartawan setelah pertemuan Dewan Penasihat Covid-19 di negara itu, di ibu kota Ankara.

Pada hari Senin, Turki telah mulai mengurangi langkah-langkah mengurangi pengetatatn aturan terhadap COVID-19, dengan penerbangan domestik dan perjalanan antar kota dibuka kembali dan restoran membuka pintu bagi pelanggan, namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah seperti menggunakan masker, menjaga kebersihan diri, serta menjaga jarak sosial.

Koca memperingatkan, bagaimanapun, bahwa risiko wabah terus berlanjut sampai pasien virus corona terakhir dirawat.

“Kita akan melihat kasus [wabah covid-19] terakhir sesegera mungkin jika tindakan pencegahan diikuti dengan baik,” tambahnya.

Pada hari Rabu Turki mengkonfirmasi 130.852 pemulihan dari virus baru sementara jumlah kematian mencapai menurun menjadi 22 orang per rabu (03 Juni kemarin).

Koca bahkan secara unik mengumumkan perkembangan tersebut dengan menggunakan bahasa mandarin untuk menarik perhatian massa dalam membaca pesan yang disampaikan menteri populer itu di lini masa Twitter dan Instagram resmi miliknya.

Konferensi pers Menteri Koca, menyampaikan harapannya kepada masyarakat untuk terus menjaga langkah-langkah baik yang telah diterapkan dalam melawan wabah Covid-19 di negara tersebut, kemarin (03/05)

Sejak pertama kali muncul di Cina Desember lalu, coronavirus novel telah menyebar ke setidaknya 188 negara dan wilayah.

AS, Brasil, Rusia, dan beberapa negara Eropa saat ini merupakan yang terparah di dunia.

Pandemi telah menewaskan hampir 383.000 orang di seluruh dunia, dengan lebih dari 6,43 juta kasus dikonfirmasi, sementara pemulihan melebihi 2,76 juta, menurut angka yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins AS. (AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here