Menhan Hulusi Akar : Militer Turki Tumbuh Lebih Kuat setelah Kudeta 2016

0
47

Pernyataan Menteri Pertahanan Nasional Hulusi Akar datang pada simposium Istanbul menandai 5 tahun sejak 2016 dalam mengalahkan kudeta.

BERITATURKI.COM, Istanbul – Militer Turki semakin kuat karena menyingkirkan unsur-unsur jahat yang terkait dengan kudeta yang dikalahkan 2016, kata menteri pertahanan nasional Turki pada hari Selasa (13/07/2021).

“Keberhasilan yang dicapai dalam operasi domestik dan lintas batas Turki dan jumlah latihan [militer] besar yang terus bertambah setelah 15 Juli adalah indikasi paling jelas bahwa kami semakin kuat saat kami menyingkirkan FETO,” Hulusi Akar mengatakan pada simposium di Istanbul menandai lima tahun sejak upaya kudeta yang dilakukan oleh Organisasi Teroris Fetullah (FETO).

Sebanyak 23.364 orang telah dipecat dari militer Turki sebagai bagian dari perang melawan teroris FETO, katanya.

Selama kudeta yang dikalahkan, Akar adalah kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Turki. Dia diangkat menjadi menteri pertahanan nasional pada 2018.

Akar mengatakan militer Turki menjadi jauh lebih kuat karena dibersihkan dari “anggota FETO yang berbahaya dan keji.”

“Turki tidak pernah mengizinkan pengkhianat untuk mengenakan seragam Angkatan Bersenjata Turki yang mulia, kami juga tidak akan pernah mengizinkan itu,” tambahnya.

Setelah kudeta yang gagal, Angkatan Darat Turki telah melakukan 176 operasi skala besar, kata Akar, menambahkan dengan 10 operasi besar yang dilakukan di Suriah dan Irak, area yang luas dibersihkan dari kelompok teroris dan berubah menjadi zona aman.

Kegiatan pelatihan operasional Angkatan Laut Turki juga telah meningkat lebih dari 50% dalam lima tahun terakhir, dan pada tahun 2020 waktu mereka di laut mencapai angka tertinggi sepanjang masa 200.000 jam, tambahnya.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016, di mana 251 orang tewas dan 2.734 terluka.

Ankara juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi ke lembaga-lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here