Mengupas Fakta Kebab, Makanan Khas Turki yang Mendunia

0
10

BERITATURKI.COM, Turki – Siapa yang tak menyukai kebab, makanan khas Turki yang lezat ini. Irisan tipis daging sapi dan beberapa jenis sayuran yang dibalut dengan kulit tortilla memang selalu terlihat menggiurkan terutama bagi pecinta kebab Turki. Kudapan ini menjadi camilan yang pas di malam hari, ketika malas mengonsumsi makanan berat seperti nasi. Penjual kebab pun menjamur di berbagai tempat dan daerah. Namun kenyataannya makanan yang sering kita sebut sebagai kebab di Indonesia ini tidak sama dengan kebab yang ada di Turki. Tahukah Anda bentuk asli kebab yang ada di Turki?

Asal-Usul

Kata kebab berasal dari kata Aramaik ‘kabbaba’ yang artinya ‘dibakar’. Kebab menyebar dari Persia ke seluruh Timur Tengah pada abad 8. Baru kemudian abad ke-15 kebab sampai di India. Di abad 16 tentara Turki mulai mempopulerkan kebab ke seluruh dunia. Konon, pada abad ke-18 pedagang Turki mengadakan kontak dengan masyarakat kota Berlin, Jerman. Awalnya, daging kebab hanya dipanggang atau dibakar dan disajikan dengan roti pita, paprika dan saus.

Lambat laun, kebab mengalami penyesuaian dan pencampuran dengan kebiasaan masyarakat Jerman. Kebab disajikan dengan aneka roti dan sald. Cara pembakaran daging juga berkembang dari tradisional ke modern menggunakan pembakaran elektrik maupun gas.

Di Indonesia sendiri, kebab dibawa masuk ke Indonesia oleh pedagang-pedagang dari Timur Tengah yang singgah di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Hingga akhirnya berkembang dan mengalami penyesuaian juga dengan lidah Indonesia.

Doner

Di Indonesia dikenal dengan nama kebab, di Turki makanan ini bernama doner. Dalam bahasa Turki, doner artinya berputar. Hal ini dikarenakan daging dimasak dengan cara digantung pada sebuah batang besi dan diputar di dalam bara api.

Terdapat 2 varian jenis doner, yakni doner ayam dan doner daging. Daging yang dimaksud juga beragam. Ada yang berasal dari daging sapi ada pula yang berasal dari daging domba. Sebelum irisan daging yang telah matang dibalut dengan kulit tortilla, ditambahkan pula kentang goreng, irisan acar, tomat, cabai, selada, saus tomat dan saus mayones. Hampir seluruh masyarakat Turki maupun wisatawan yang datang ke Turki menyukai makanan ini. Menjadi camilan yang pas ketika jam makan siang tiba. Selain mengenyangkan harganya pun tidak terlalu menguras dompet. Di Turki, doner dibanderol dengan harga berkisar 7-10 TL atau sekitar Rp 17.500 – Rp 20.000. Uniknya lagi, ukuran doner di Turki lebih besar daripada di Indonesia. Jadi, Anda tidak akan merasa menyesal jika membeli doner di Turki.

Kebab

Iskender Kebab

Kebab juga merupakan salah satu makanan favorit di Turki. Berbeda dengan kebab Turki yang ada di Indonesia, kebab asli Turki ini tidak dibalut kulit tortilla. Melainkan hanya berupa irisan daging sapi atau daging domba bakar. Karena pada dasarnya kebab bermakna daging yang dimasak tanpa air. Biasanya masyarakat Turki menyantap hidangan kebab ini bersama yoghurt dan roti. Ada 2 jenis kebab yang terkenal di Turki yaitu Adana kebab dan Iskender kebab. Adana kebab berupa potongan daging sapi atau domba yang ditusuk pada tusuk besi lebar dan dipanggang atau dibakar. Bentuknya mirip seperti sate di Indonesia. Sedangkan Iskender kebab berupa potongan daging sapi atau domba bakar yang disiram saus tomat dan mentega cair. Dipadukan dengan potongan tomat segar dan cabai hijau.

Adana Kebab

Harga kebab terbilang cukup mahal. Namun dijamin rasanya tidak akan mengecewakan. Satu porsi kebab berkisar 20-30 TL atau sekitar Rp 50.000 – Rp 75.000. Jika Anda berkunjung ke Turki jangan lupa untuk singgah di kota Bursa dan mencicipi kelezatan Iskender Kebab atau singgah ke kota Adana untuk menyantap Adana Kebab.

Sudah tahu kan perbedaan doner dan kebab asli yang ada di Turki? Jika Anda berkunjung ke Turki dan ingin mencobanya jangan sampai salah menyebutkannya ya. (Lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here