Mengenang 72 Tahun Perjuangan PM Adnan Menderes yang Mengembalikan Azan ke dalam Bahasa Arab

BERITATURKI.COM, Istanbul – Pada hari Kamis (16/6) Platform Milli İrade Turki memperingati 72 tahun jasa Perdana Menteri Turki Adnan Menderes (1950-1960) yang telah menandatangani keputusan untuk mengembalikan suara Azan ke dalam bahasa Arab. Acara peringatan yang disertai dengan doa bersama ini dilaksanakan di makamnya yang berada di Distrik Fatih, kota Istanbul.

Acara yang dilaksanakan di Pemakaman umum Topkapı ini turut dihadiri oleh
Ketua Dewan Pembina Yayasan Ilim Yayma Vakfı Bilal Erdoğan, Walikota Distrik Fatih Mehmet Ergün Turan, Perwakilan organisasi non-pemerintah yang tergabung dalam Platform Milli İrade, beberapa para warga dan tokoh masyarakat.

Bilal Erdoğan memulai pidato pembukaan atas nama Platform Milli İrade dengan mengatakan bahwa aturan larangan azan dalam bahasa Arab adalah keputusan yang tidak boleh dilupakan.

Saat menyatakan bahwa larangan adzan merupakan pengalaman yang menyedihkan dalam sejarah Republik Turki, Bilal Erdogan mengatakan, “Tentu saja, beberapa arus yang bersumber dari Barat pada periode tersebut sayangnya telah mempengaruhi negara kita, sehingga terjadi pada negara kita. Hal ini menyebabkan keinginan orang-orang diinjak-injak. Karena itu, mari kita memperingati dengan kebaikan bahwa sosok PM Adnan Menderes telah menunjukkan keinginannya untuk melepaskan azan, yang merupakan salah satu elemen terpenting dari agama Islam.”

Bilal Erdoğan mencatat bahwa peristiwa menyakitkan harus diingat agar mendapat tempat dalam memori sosial, dan menarik perhatian pada pentingnya peristiwa yang telah terjadi.

Saat menggarisbawahi bahwa larangan azan dan proses kembalinya azan ke dalam bahasa Arab adalah titik balik penting dalam sejarah Republik Turki, Bilal Erdogan melanjutkan sebagai berikut:

“Apakah itu akan berulang jika mengambil hikmah?” Sangat bermanfaat untuk kita agar mengingat pengalaman-pengalaman tersebut agar peristiwa yang kita sebut sebagai peristiwa yang mengganggu ketenteraman bangsa dan bangsa yang saling bermusuhan tidak terulang lagi di negara kita. Apa yang terjadi pada PM Adnan Menderes, kita harus mengingatnya. Saat ini kita bisa melihat pulau Yassıada ‘Democracy and Freedoms Island’,. Sangat penting bagi kita untuk membawa orang muda dan anak-anak kita ke sana. Pulau tersebut adalah kenangan yang perlu diteruskan secara turun-temurun. Kenangan ini perlu diteruskan agar kejadian naas serupa tidak terulang kembali dan nilai-nilai yang membuat tanah air tanah air kita ini tidak rusak.”

Wali Kota Distrik Fatih Mehmet Ergün Turan, di sisi lain mengatakan larangan Azan dalam bahasa Arab tidak mendapat respons di masyarakat dikala itu.

Ia menyatakan bahwa adzan memiliki tempat sangat penting dalam sejarah Islam dan Turki, Turan berkata, “Azan adalah slogan Islam dan tanda yang tak terpisahkan dari keberadaan Muslim. Ini adalah adzan, yang kita terima sebagai pilar agama kita, dan seruan untuk Islam dan keselamatan yang dijanjikan oleh Islam. Adzan memiliki tempat yang sangat penting terutama dalam budaya Islam dan Turki. Itulah sebabnya mari kita memulai dengan melantunkan azan di telinga anak-anak kita dan orang-orang kita yang paling berharga.”

Dengan mengucapkan bahwa ada juga penentangan serius terhadap larangan adzan dalam bahasa Arab pada waktu itu, Turan berkata:

“Larangan azan dalam bahasa Arab yang dilakukan dengan dalih reformasi agama selama periode partai tunggal, berlangsung selama 18 tahun. Larangan turun temurun ini sangat memalukan dalam sejarah kita, kita tidak menemukan tanggapan di hati nurani bangsa meskipun segala macam praktik despotik. Bangsa kita tercinta bersatu dengan semangat solidaritas, meskipun klausul hukuman jera dan mengabaikan administrasi despotik hari itu. Mereka melawan dan, dengan izin Allah, mereka mengatasi ujian ini dengan bantuan anak bangsa.”

Almarhum PM Adnan Menderes diperingati dengan pembacaan Al-Qur’an oleh para hafiz di makamnya.

Acara peringatan 72 pengembalian azan ke dalam bahasa Arab ini diakhiri dengan mengumandangkan adzan pada saat salat zuhur.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here