Mengenal Kota Ağrı, Kota Terdingin di Turki

    0
    40

    BERITATURKI.COM, Turki – Dengan gugurnya dedaunan yang menguning menjadi pertanda bahwa musim dingin akan segera tiba dan seluruh permukaan kota akan tertutup dengan salju putih nan bersih. Tahukah kalian, pergantian musim di bumi dipengaruhi oleh revolusi bumi terhadap matahari. Posisi bumi yang miring sebesar 23,5° menyebabkan adanya waktu belahan bumi utara menerima lebih banyak sinar matahari dan bumi selatan lebih sedikit, begitupula sebaliknya.

    Berdasarkan letak astronomisnya yang berada diantara 33°-43° Lintang Utara dan 25°-45° Bujur Timur inilah yang menyebabkan Turki mengalami empat musim salah satunya tentu saja musim dingin. Musim dingin di Turki berlangsung sejak bulan Desember-Februari dengan derajat suhu yang berbeda-beda di setiap kotanya.

    Data statistik Direktorat Jenderal Meteorologi (Meteoroloji Genel Müdürlüğü) Turki mencatat kota paling dingin di wilayah Turki berasal dari daratan Timur Anatolia, yaitu kota Ağrı dengan suhu paling rendah -45,6 derajat Celcius selama tahun 1939-2016. Kota yang berbatasan dengan negara Iran ini berada pada ketinggian 1640 mdpl dengan 46% terdiri dari daerah pegunungan, 29% dataran rendah, dan 25% lainnya terdiri dari dataran tinggi. Tak heran Ağrı memiliki durasi musim semi dan musim gugur yang cenderung singkat. Bahkan kota ini lebih sering mendapatkan salju daripada hujan. Dalam satu tahun Ağrı dapat tertutup salju selama 115-125 hari. Selain mendapatkan julukan kota terdingin di Turki, rupanya Ağrı juga memiliki gunung dan danau tertinggi di Turki bernama Ağrı Dağı dengan ketinggian 5.137 meter dan Balık Gölü yang terletak di lereng gunung Aras ini memiliki ketinggian 2.241 mdpl.

    Namun, suhu yang dingin dan permukaan kota yang tertutup salju tak mampu menyurutkan semangat orang-orang setempat untuk beraktivitas. Pergi bekerja, sekolah, berbelanja, dan aktivitas yang dilakukan di luar rumah lainnya tetap berjalan normal. Jika berada di dalam rumah, masyarakat Ağrı biasanya akan menyalakan kayu bakar sebab menurut mereka kayu bakar atau dalam bahasa Turki yang biasa disebut dengan soba membuat ruangan akan terasa lebih hangat dibandingkan dengan mesin penghangat ruangan (heater), terlebih jika ditemani semangkuk sup tarhana yang merupakan sup khas Turki di musim dingin. Dengan begitu, suhu yang dingin dan cenderung terbilang ekstrem tidak menjadi masalah yang berarti bagi mereka. (Lin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here