Mengenal Imam Syafiie, Mahasiswa Berprestasi Asal Madura Peraih Penghargaan Presiden Turki

0
19

BERITATURKI.COM, Jakarta – Kegembiraan tengah menyelimuti putra daerah, Imam Syafiie, yang baru saja meraih kesempatan untuk berpidato mewakili mahasiswa internasional di Turki dalam perayaan kelulusan akbar beberapa waktu lalu (Jumat, 05/07/2019).

Pria kelahiran 4 April 1994 tersebut berasal dari Desa Sera Timur, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, dan tercatat sebagai mahasiswa Universitas Ankara, Turki, sejak tahun 2015 usai sebelumnya lulus seleksi beasiswa YTB dan menyelesaikan kelas persiapan bahasa Turki selama satu tahun.

Imam mengatakan bahwa ia menjalani perkuliahan dengan menggunakan bahasa Turki secara keseluruhan.

Melansir Turkinesia.net, Imam yang tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Sejarah di Fakultas Bahasa, Sejarah, dan Geografi itu sukses dinobatkan sebagai salah satu dari 19 mahasiswa internasional berprestasi dalam gelaran The 8th International Student Graduation.

Gelaran tersebut merupakan acara wisuda tahunan bagi mahasiswa internasional yang digagas oleh YTB dan Turkey Schoolarship.

Imam menuturkan bahwa ia sempat merasa terkejut saat tiga pekan sebelum wisuda pihak YTB menghubunginya dan menanyakan perihal hasil studi-nya, serta memberikan kabar bahwa dirinya terpilih sebagai mahasiswa berprestasi.

“Saya diminta untuk mengikuti shooting video dokumenter bersama mahasiswa asing lain, diantaranya yang berasal dari Afrika, India, Pakistan, dan Georgia. Dalam video itu digambarkan kekayaan alam serta potensi yang dimiliki oleh masing-masing negara,” kata Imam.

“Video itu kemudian dipersiapkan dan diputarkan dalam acara wisuda akbar mahasiswa internasional,” tambahnya.

Merampungkan pendidikan yang dimulai dari MI Tarbiyatul Athfal, MTs Nurul Islam, dan MA Nurul Islam Bluto, Imam mengaku bangga bisa mengharumkan nama Indonesia dalam gelaran wisuda terbesar di Turki yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya.

Pernah merasakan serunya program Erasmus+ Student Exchange Programme di Nicolaus Copernicus University, Torun, Polandia, pada tahun 2017 selama 6 bulan, Imam mengungkapkan bahwa dirinya senantiasa membagi waktu untuk aktif dalam organisasi, salah satunya ia pernah aktif mengemban amanah di Bidang Keilmuan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Ankara 2015-2016 dan sekertaris jenderal PPI Turki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here