Mengenal Göbeklitepe; Situs Tertua Didunia Berusia Lebih 12.000 Tahun

0
56
Situs tertua di dunia (Göbeklitepe), di Provinsi Tenggara Turki Kota Şanlıurfa.

Göbeklitepe diperkirakan berusia 6.000 tahun lebih tua dari salah satu formasi bebatuan yang ada di Inggris, Stonehenge, bahkan lebih tua dari Piramida Mesir yang baru berusia 7500 Tahun.

BERITATURKI, Şanlıurfa – Terletak sekitar 9 km dari kota Şanlıurfa, Turki Tenggara, terdapat sebuah situs arkeologi kuno yang dianggap sebagai salah satu kuil tertua di dunia. Situs ini dikenal dengan sebutan Gobleki Tepe.

Dilansir dari berbagai sumber, Göbeklitepe diperkirakan berusia 6.000 tahun lebih tua dari salah satu formasi bebatuan yang ada di Inggris, Stonehenge. Göbeklitepe pertama kali ditemukan pada tahun 1963 setelah dilakukan penggalian oleh para peneliti dan arkeolog dari Turki dan Amerika Serikat pada tahun 1963. Para arkeolog yang menemukan situs ini pertamakali beranggapan kalau Göbeklitepe merupakan sebuah kuburan kuno.

Turki Punya Kuil yang Berusia 6000 Tahun Lebih Tua dari Stonehenge (1)
Penampakan dalam situs Göbeklitepe (Foto: Wikimedia Commons)

Namun, setelah dilakukan penggalian lebih dalam pada tahun 1994, barulah terungkap kalau Göbeklitepe tidak hanya sebuah kuburan kuno saja, melainkan sebuah formasi bebatuan unik dan juga sebuah kuil kuno yang telah ada sejak ribuan tahun lamanya. Arkeolog asal Jerman bernama Klaus Schmidt yang melakukan penggalian lebih dalam terhadap situs ini menemukan ratusan pilar-pilar bebatuan disertai ukiran-ukiran yang rumit bersama deretan patung-patung kuno lainnya.

Beberapa pilar bebatuan yang sangat besar tersebut bahkan di antaranya memiliki berat lebih dari 10 ton. Bebatuan tersebut juga disusun melingkar. Para arkeolog pun berpendapat bahwa untuk mendirikan pilar-pilar batu ini dan menempatkan balok-balok berat semacam itu di atasnya membutuhkan teknik yang luar biasa.

Faktanya, situs yang diperkirakan dibangun pada 9.500 SM, ternyata telah ada jauh sebelum manusia mengenal bahasa tertulis dan mulai mengembangkan sebuah permukiman ataupun kota. Ketika Göbeklitepe ditemukan pada tahun 1994, hal ini mengubah tentang sejarah manusia. “Göbeklitepe telah mengubah segalanya, ” kata Ian Hodder, seorang antropolog di Stanford University seperti dikutip All That Interesting.

Göbeklitepe pun dianggap sebagai situs Neolitikum tertua yang menjadi temuan arkeologis paling penting pada abad ke-20. Para arkeolog juga telah melakukan penelitian dengan menggunakan penanggalan radiokarbon dan hasilnya menyatakan kalau situs ini benar-benar dibangun sekitar 11.500 tahun yang lalu.

Turki Punya Kuil yang Berusia 6000 Tahun Lebih Tua dari Stonehenge (3)
Göbeklitepe (Sumber Foto: Sanliurfa Belediyesi/Wikimedia Commons)

Penggalian lanjutan pun dilakukan oleh para arkeolog. Mereka berharap adanya temuan lain seperti tulang belulang manusia. Namun, mereka pun tidak menemukan hal tersebut. Malah para arkeolog menemukan banyak tulang binatang di dalam kuil tanda-tanda kalau mereka telah dimasak.

Semua tulang binatang yang ditemukan tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang membuat dan menggunakan situs tersebut adalah pemburu ataupun pengumpul nomaden —orang-orang yang berpindah tempat–.

Penemuan Göbeklitepe juga memberikan sumbangsih besar terhadap arkeolog dan juga pemahaman kita tentang cara di mana masyarakat manusia awal berkembang.

Para arekolog pun beranggapan kalau manusia pada kala itu bertransisi dari mereka yang hidup sebagai pemburu menjadi mereka yang hidup bertani atau berkebun.

Turki Punya Kuil yang Berusia 6000 Tahun Lebih Tua dari Stonehenge (4)
Foto proses pemugaran situs tertua dunia Göbeklitepe (Foto: Flickr/Dan Merino)

Terlepas dari hal tersebut, fungsi asli dari situs di Göbeklitepe tetap menjadi hal yang misteri. Sampai kematiannya pada tahun 2014, Schmidt tetap yakin bahwa tempat ini adalah kuil agama yang penting, dan pandangannya didukung oleh ukiran rumit pada pilar.

Ini termasuk gambar kalajengking, singa, ular, dan burung nasar, koleksi simbol yang terkait dengan agama, kematian dan kehidupan setelah mati dalam budaya kuno lainnya di.

Situs ini juga bisa digunakan sebagai tempat untuk pertemuan politik atau perayaan budaya, tetapi Schmidt berpendapat bahwa itu lebih mungkin menjadi tempat pemakaman bagi para pemburu terkenal.

Meskipun tujuan sebenarnya dari situs yang luar biasa ini masih diselimuti misteri, diharapkan penggalian yang berkelanjutan akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang masa lalunya yang menakjubkan.

Berikut Perbandingan Kuil Arkeologi Tertua di Dunia (Göbeklitepe) (+10.000 SM);

  • 6.000 dari Maltese Temples dan Sumeria,
  • 7.000 dari Banjir Nuh dan Stonehenge,
  • 7.500 dari Piramida Mesir,
  • 8.000 dari Situs Nabi Ibrahim,
  • Sementara Göbeklitepe berusia lebih dari 10.000 tahun sebelum Roma dan Zeugma Mosaik.

Sumber: Dari Berbagai Sumber (DBS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here