Mendagri Libya: Campur Tangan UEA adalah penyebab utama krisis Libya.

0
59
Libya's Interior Minister Fathi Bashagha in an interview wednesday. (AA)

Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya telah diserang oleh milisi pemberontak Haftar sejak April 2019.

BERITATURKI.COM, Tripoli-Libya (20/05).

Menteri Dalam Negeri Libya, Fathi Bashagha pada hari Rabu menyalahkan krisis saat ini di negaranya disebabkan oleh adanya campur tangan Uni Emirat Arab (UEA) dalam urusan internal Libya dan dukungannya untuk pasukan pemberontak Haftar.

“Krisis di Libya tidak akan terjadi seandainya Anda menghentikan campur tangan jahat Anda dalam urusan internal kami, dukungan Anda kepada para putschist, pengiriman senjata … dan hasutan Anda untuk melakukan kekerasan melalui media Anda yang menipu,” kata Bashagha di Twitter.

Menteri Libya menanggapi sebuah tweet oleh Menteri Negara Urusan Luar Negeri UEA Anwar Gargash, yang menuduh pihak-pihak yang bertikai di Libya berusaha untuk membuat “keuntungan taktis”.

Tidak jelas apa yang dimaksud “keuntungan taktis” oleh Menlu Libya tersebut, karena Pemerintahan Kesepakatan Nasional adalah gabungan semua kelompok (dan juga suku-suku mayoritas) dari seantero Libya dan diakui oleh Perserikatan Bangsa-bangsa. Bashagha menyampaikan fakta bahwa selama ini negara Teluk melanggar embargo senjata PBB dengan mengirim senjata ke pemberontak Khalifa Haftar.

“Anda telah menggunakan media menipu Anda, uang korup dan terus menerus melanggar resolusi PBB yang melarang ekspor senjata ke Libya dalam upaya membangun pemberontakan di kawasan ini.” ujar Mendagri Libya.

Pemerintah Libya telah berulang kali menuduh UEA dan negara-negara kawasan lain mendukung kampanye militer Haftar terhadap pemerintah yang diakui secara internasional di Tripoli.

Pada hari Senin, tentara Libya merebut kembali pangkalan udara Al-Watiya yang diduduki oleh milisi Haftar setelah enam tahun di bawah pasukan putschist tersebut.

Langkah itu dilakukan setelah Tentara Nasional Libya menghancurkan tiga sistem pertahanan udara jenis Pantsir buatan Rusia yang digunakan oleh pasukan Haftar yang juga dipasok oleh UEA.

Pemerintah Libya telah diserang oleh pasukan Haftar sejak setahun lalu, atau April 2019, dengan lebih dari 1.000 orang tewas dalam kekerasan yang berkepanjangan.

Pasca penggulingan mendiang penguasa Muammar Gaddafi pada 2011, Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya didirikan pada 2015 di bawah kesepakatan politik yang dipimpin PBB. [AA]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here