Mendagri Bahrain: “Kerjasama Dengan Israel Melindungi Kepentingan Nasional Kami”

0
84

Menteri Dalam Negeri mengklaim normalisasi tidak bertentangan dengan posisi Bahrain pada Inisiatif Perdamaian Arab

BERITATURKI.COM, Manama- Menteri Dalam Negeri Bahrain Rashid bin Abdullah Al Khalifa pada Senin (15/09) mengatakan bahwa normalisasi dengan Israel akan melindungi kepentingan negaranya.  

“Kesepakatan untuk membangun hubungan diplomatik dengan Israel datang dalam kerangka melindungi kepentingan yang lebih tinggi dari Kerajaan Bahrain, yang berarti melindungi entitas negara,” kata situs Kementerian Dalam Negeri yang dikutip Kantor Berita Bahrain, Gulf News Agency (GNA). 

“Kesesuaian langkah kami dengan persaudaraan [Uni Emirat Arab] tidak mengherankan, melainkan menegaskan kedalaman hubungan historis yang erat antara kedua negara persaudaraan itu,” katanya. 

“Kerajaan Bahrain, sejak awal konflik Palestina-Israel, telah mendukung perjuangan Palestina dan posisi ini masih tidak ambigu, dan deklarasi [normalisasi] ini tidak bertentangan dengan posisi Bahrain dalam inisiatif perdamaian Arab dan keputusan legitimasi internasional. ” 

Pengumuman perjanjian normalisasi Bahrain pada Jumat pekan lalu, diwujudkan sekitar sebulan setelah UEA mengumumkan kesepakatan serupa pada 13 Agustus, dengan pengamat mengatakan bahwa Manama mengikuti jejak Abu Dhabi. 

Bahrain menjadi negara Arab keempat yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel setelah Mesir pada 1979, Yordania pada 1994, dan UEA pada Agustus tahun ini. 

Baca juga : https://beritaturki.com/bahrain-juga-akan-mengikuti-langkah-uea-ujar-media-pemerintah-israel-kan/

Kesepakatan normalisasi telah menuai kecaman luas dari warga Palestina, yang mengatakan bahwa kesepakatan semacam itu tidak membantu kepentingan Palestina dan mengabaikan hak-hak mereka. 

Otoritas Palestina mengatakan kesepakatan apa pun dengan Israel harus didasarkan pada Prakarsa Perdamaian Arab tahun 2002 dengan prinsip “tanah untuk perdamaian” dan bukan “perdamaian untuk perdamaian” seperti yang diklaim Israel. /AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here