Mencengangkan! Turki Luncurkan Kapal Pengeboran Laut Perdana, Bernama “FATIH”.

0
72
RTE
Presiden Erdogan melambaikan tangan kepada para awak kapal yang akan berangkat ke lepas pantai laut hitam untuk pengeboran perdana.

Presiden Erdogan Melepas Kapal Pengeboran Pertama Milik Turki ke Laut Hitam. Kapal ini, dirakit dan diluncurkan di Korea Selatan pada 2011 lalu, dapat menjalankan operasi pengeboran dengan teknologi generasi ke-6. Panjang Fatih yang menyamai menara Eifel dengan panjang 223 meter dan lebar 36 meter, kapal cerdas dengan berat 51.283 ton ini memiliki kemampuan  pengeboran yang dalamnya mencapai 12.200 meter dibawah laut, dan mampu mengebor laut di bawah tekanan air yang sangat tinggi.

BERITATURKI.COM, Istanbul (30/05).

Presiden Recep Thayyib Erdogan kemarin pasca peringatan detik-detik penaklukan Konstantionopel, dengan resmi melepaskan 1 dari 3 kapal pengeboran minyak dan gas milik Turki. Kapal yang pertama sekali dilepaskan oleh Presiden Erdogan ini bernama “Fatih” merujuk kepada Sultan Muhammad al-Fatih dimana kapal ini dipersembahkan untuk mengenang jasa beliau yang telah menaklukkan konstantinopel yang hari ini kita kenal dengan nama Istanbul.

Presiden Erdogan Berpose di depan Kapal “Bor” Pertama Turki di laut Marmara, Doc. TRT.com.

Pelepasan kapal operasi pengeboran di Laut Hitam, yang akan menjadi kapal pengeboran pertama Turki hari ini dilepas oleh Erdogan untuk menyusuri perjalanan kapal yang akan beroperasi di Laut Hitam dari Istanbul. Presiden Erdoğan melambaikan tangan untuk merestui perjalanan kapal besar yang bernama Fatih tersebut yang kemudian bergerak melewati Bosphorus, dari pelabuhan internasional Barbaros Haydar Pasha.

Erdogan menandatangani dokumen pelepasan yang disaksikan oleh komandan kapal di sela-sela upacara pelepasan kapal tersebut menuju laut hitam untuk tugas pengeboran pertama. (doc. trt.com.tr)

Kapal pengeboran Fatih, dirakit dan diluncurkan di Korea Selatan pada 2011 lalu, dapat menjalankan operasi pengeboan dengan teknologi generasi ke-6. Panjang Fatih yang menyamai menara Eifel yakni dengan panjang 223 meter dan lebar 36 meter, kapal cerdas dengan berat 51.283 ton ini memiliki kemampuan  pengeboran yang dalamnya mencapai 12.200 meter dibawah laut, dan mampu mengebor laut di bawah tekanan air yang sangat tinggi.

Berikut spesifikasi Mesin “Bor” Bergerak milik Turki yang hanya ada 10 buah di dnia ini, 3 diantaranya adalah milik Turki; yang bernama “Fatih”, “Kanuni” dan “Yavuz Selim” mengambil nama Sultan-sultan Besar dalam sejarah peradaban Ottoman.

Berkat sistem pemosisian aktifnya, Fatih, yang kapasitas angkat beban total kedua tiang menaranya adalah 1.750 ton, tetap stabil bahkan pada ketinggian gelombang 6 mete, Fatih dapat melanjutkan operasinya tanpa hambatan. Kapal pengeboran domestik pertama Turki yang bergelar “Conqueror”sengaja dimunculkan dalam peringatan 567 tahun penaklukan Istanbul untuk dalam rangka mengenang perjuangan Sultan Besar Muhammad Al-Fatih yang selanjutnya akan bertugas melakukan operasi pengeboran di Laut Hitam, tepatnya di kota Trabzon.

Erdogan Mengirimkan Salam Pelepasan Kepada Kru Tang Bertugas

Erdogan melambaikan tangan kepada awak kapal berangkat yang dibalas dengan memberikan hormat kepada presiden berusia 67 tahun tersebut, “Semoga perjalanan kalian ke Laut Hitam meraih kesuksesan, dan Semoga Tuhan menjaga kalian semua dari semua ujian dan bala, Selamat Jalan” Ujar Erdogan yang disambut dengan balasan suara peluit dan sirene besar Kapal Fatih tersebut.

Bagi sahabat yang tertarik untuk menyaksikan video pelepasantersebut bisa melalui link, di berikut ini ; https://www.ahaber.com.tr/video/gundem-videolari/baskan-erdogan-karadenize-acilan-fatih-sondaj-gemisini-selamladi#spark_seek=73s

Pesan Penting Dari Menteri Fatih Dönmezer

Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Fatih Dönmez, mengatakan bahwa kapal bor nasional pertama Turki, Fatih yang dilepaskan bertepatan pada peristiwa penaklukan Istanbul yang ke-567 ini akan bertugas di laut hitam, “Kapal kami, akan melakukan pengeboran pertama di Laut Hitam pada tanggal 15 Juli yang berlokasi di Tuna-1.” ujarnya.

Menteri ESDM Turki, Fatih Dönmez (source; TRT.com.tr)

Dönmez mengingatkan bahwa Kapal Bor Fatih telah melakukan percobaan awal pada bulan mei 2018 atau 2 tahun lalu di Laut Mediterania Timur.

Dönmez melanjutkan bahwa Kapal Pengeboran Fatih yang telah berhasil menyelesaikan 4 pengeboran percobaan di Mediterania Timur sebelumya ini  merupakan sebuah persembahan kami sebagai wujud syukur atas perjuangan bangsa dan pendahulu kami terutama karya besar Sultan Muhammad Al-Fatih,

 “Kapal ini Kami persembahkan atas upaya gigih beliau dalam usaha menaklukkan kemustahilan, sebagaimana beliau telah berhasil mengangkut kapal-kapal besar di atas daratan, maka kapal “Fatih” ini adalah salah satu persembahan kami atas “karya” beliau tersebut. Kami ingin memberikan proyek yang layak atas keagungan dan kebesaran sultan yang mengangkut kapal-kapal dari daratan”

Dr. Fatih Dönmez, Menteri ESDM Turki.

demikian ujar Menteri ESDM Turki tersebut.

“Mudah-mudahan, kapal kami akan mencapai Trabzon pada 1 Juni dan melanjutkan tugas pengeboran untuk mewujudkan swasembada Energi Turki kedepannya” katanya lagi. Untuk diketahui Pemerintah Turki melalui Kementerian ESDM telah melakukan penelitian selama beberapa tahun sebelumnya , Tim Energi telah menjalankan pengeboran seismik di laut hitam dan telah memperoleh data konkret, dan telah dievaluasi. Kedalaman laut Trabzon mencapai 2 ribu meter, dan kemampuan kedalaman pengeboran kapal Fatih adalah 3.500 hingga 4.000 meter dibawah laut.

Menteri ESDM Turki, Fatih Dönmez dalam sambutan pelepasan kapal pengeboran Al-Fatih kemarin sore (source; TRT.com.tr)

Dönmez, juga mnyebutkan bahwa pengeboran Turki hari ini tidak terlepas dari jasa almarhum Perdana Menteri Adnan Menderes, ia juga mengatakan hari ini juga rakyat Turki serentak akan memperingati, pendirian Turkey Petroleum Corporation (TPAO) yang didirikan oleh almarhum Menderes pada 65 tahun yang lalu. Fondasi industri minyak Turki telah ditanam pada masa itu. Hari ini kami meninggalkan tonggak baru yang lebih penting dalam eksplorasi kami, ujar Menteri yang agak flamboyan ini.

Memperhatikan bahwa 50 tahun telah berlalu sejak pengeboran laut pertama di sekitar Teluk İskenderun dan Mersin, Dönmez mengatakan, “Selama periode ini, kami terus membuat pengeboran di Laut Mediterania dan Laut Hitam dengan metode penyewaan internasional. Kami telah mencapai hasil yang signifikan dalam hal pelatihan, pengalaman dan pengetahuan. Akhirnya, akuisisi kapal penelitian seismik Barbaros Hayreddin Pasha Turki ini merupakan tonggak penting kami menuju kemandirian energi.” Ujarnya lagi.

“AKTIVITAS PENCARIAN PETROL DAPAT DIMULAI DALAM 3-4 BULAN DI LIBYA”

Dönmez menyatakan bahwa 6 pengeboran telah diselesaikan di Mediterania Timur sejauh ini dan kapal bor Yavuz terus mengebor sumur Seljuk-1 di Mediterania Timur.

Pesta pelepasan kapal pengeboran terbesar milik Turki

Memperhatikan bahwa kapal penelitian seismik Barbaros Hayreddin Pasha dan Oruç Reis “telah mengambil sinar-X laut”, Dönmez melanjutkan sebagai berikut:

“Sementara kapal bor lainnya tetap melakukan studi seismik di wilayah pantai laut mediterannia, Fatih akan melakukan tugas pengeboran di laut hitam. ini adalah target pekerjaan besar kami pada tahun ini. Setelah selesai mengevaluasi studi seismik, kami akan rotasi ulang ke sana”, ujarnya. Donmez melanjutkan bahwa “Tidak ada yang yang menyadari bahwa kami mengambil istirahat dari kegiatan kami di Mediterania, sementara konflik di Libya selesai, kami akan terus menunggu hingga ada kesepakatan yang mengikat di konflik Libya. Sementara itu, 2 seismik dan 2 kapal bor kami yang lainnya akan terus bekerja dengan kapasitas penuh di Mediterania Timur. Dalam ruang lingkup TPAO, setelah menandatangani perjanjian yang menetapkan batas kami Hari ini dengan, karena kami akan mendapatkan kartu truf hebat untuk masa depan Turki”, Tutupnya.

Dönmez,mengingatkan, bagi yang mengatakan “Ayo kita tekan Turki, dan Tinggalkan Mereka Sendiri”, maka “kami akan membuat mereka menyesal, karena kami akan membongkar semua keburukan permainan mereka selama ini, dan semuanya kami telah menerjemahkan semuanya dengan baik” ujarnya.

 Dönmez, melanjutkan bahwa, meskipun selama serangan wabah Virus Korona (Covid-19) pekerjaan kami akan terus dilanjutkan di kawasan laut mediterania, saya berjanji”kami akan menemukan apapun yang terdapat di bawah laut mediterania”,ujarnya meyakinkan.

Perjalan Kapal Pengeboran Pertama Turki “Fatih” menuju laut hitam tepatnya ke Pantai Provinsi Trabzon untuk tugas pengeboran perdana.

METODE BARU DALAM PEMBUATAN LANDSCAPING PENCARIAN MINYAK BUMI.

Donmez, mengatakan bahwa Turki baru-baru ini memperoleh total 58 juta barel cadangan baru untuk penemuannya di wilayah daratan. Menyatakan bahwa mereka mencapai peningkatan cadangan 11,3 juta barel pada kuartal pertama tahun ini dengan peningkatan hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, Dönmez mengatakan, “Dengan cara ini, TPAO berhasil mengumpulkan 53 ribu barel untuk produksi kebutuhan domestik harian. Sedangkan bersama dengan kebutuhan produksi luar negeri, jumlah ini telah melampaui 150 ribu barel per hari.” Ia mengakhiri pernyataan tersebut.

Kapal “Fatih” Ketika Melewati Jembatan Bosphorus yang telah berubah nama menjadi Jembatan “15 Juli” merujuk kepada kejadian kudeta gagal Turki pada 2016 lalu.

Menjawab pertanyaan wartawan setelah pidatonya, Dönmez menunjukkan bahwa TPAO telah telah mencoba teknik perengkahan hidrolik di wilayah darat selama beberapa tahun terakhir dan mencatat: “Operasi pertama dilakukan di situs Diyarbakır Gözalan, dan hasilnya positif, tetapi tes masih berlangsung. Dengan teknologi baru ini, kami akan dapat mengekstraksi minyak yang terperangkap di antara bebatuan. Kami menggunakan teknik serupa untuk gas alam di kawasan Trakya, dan menemukan data positif. Setelah uji ini, akan disimpulkan dalam beberapa minggu mendatang. Tahun ini, TPAO telah mencapai tingkat tertinggi dalam produksi rata-rata harian selama 20 tahun terakhir, TPAO adalah perusahaan nasional kami, tetapi ini adalah perusahaan dengan banyak kemampuan kemitraan internasional, terutama di negara-negara sahabat  dan tetangga. Kami bekerja di beberapa negara di laut Kaspia, Rusia, Afghanistan dan Irak. Donmez mengatakan bahkan Turki punya proyek di Libya sebelum perang saudara. Mereka akan terus bekerja di wilayah beberapa wilayah tersebut.” Menjawab pertanyaan wartawan. Dönmez menambahkan bahwa TPAO terbuka untuk kerjasama dengan semua pihak kecuali Siprus bagian Yunani.

Fatih ketika melewati kiz kulesi yang diabadikan oleh trt.com.tr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here