Mencari Keadilan Sebagai Tujuan Utama Turki di Mediterania Timur

0
69

Presiden Erdogan menolak tujuan asing yang tidak adil di Mediterania Timur, dan menentangnya sebagai bentuk ‘kolonialisme modern’ di wilayah tersebut.

BERITATURKI.COM, Ankara| Presiden Erdoğan pada selasa (kemarin) mengatakan kegiatan Turki di Laut Aegea dan Mediterania Timur didasarkan pada pencarian hak dan keadilan.

Berbicara pada upacara peluncuran tahun lembaga Yudisial Turki 2020-2021 di kompleks kepresidenan, Recep Tayyip Erdogan mengatakan beberapa negara telah berusaha untuk membatasi Turki di garis pantainya, Ia menyebutnya sebagai “ketidakadilan yang mencolok”.

“Ini adalah bukti paling eksplisit dari kesalahan dan ketidakadilan untuk mencoba membatasi Turki -mengabaikan ukuran raksasa 780.000 kilometer persegi- merujuk kepada luas wilayah Turki dengan gariw pantainya yang terpanjang di Laut Mediterania dengan melalui pulau kecil seluas 10 kilometer persegi,” katanya, mengacu pada pulau kecil Meis. .

Menurut laporan media baru-baru ini, pihak berwenang Yunani mengerahkan elemen militer ke pulau Meis. Turki mengecam langkah itu, mengingat pulau itu telah memiliki status demiliterisasi sejak Perjanjian Perdamaian Paris 1947.

“Jika benar, laporan media ini adalah manifestasi baru dari tindakan tidak menghormati hukum Yunani dan niat sebenarnya tentang Mediterania Timur,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hami Aksoy, menambahkan Turki menolak “upaya tidak sah untuk mengubah status Pulau.”

Mempertahankan angkatan bersenjata di kepulauan Aegean timur merupakan pelanggaran terhadap Perjanjian Perdamaian Lausanne tahun 1923 dan Perjanjian Paris tahun 1947, otoritas Turki menegaskan.

Menjuluki upaya fait-completi di Mediterania sebagai “kolonialisme modern”, Erdogan mengatakan semua negara tetangga di kawasan itu memiliki hak untuk mendapatkan keuntungan dari sumber daya.

“Upaya untuk mengklaim secara ilegal sumber daya Mediterania, yang haknya dimiliki oleh semua negara di sekitarnya, adalah contoh nyata dari kolonialisme modern. Ini juga ketidakadilan terbesar bahwa beberapa negara mencoba untuk mewujudkan agenda tersembunyi mereka dengan mengabaikan negara yang telah mempertahankan eksistensinya sepanjang negara bangsa (Turki) dengan bersembunyi di balik orang lain dan abai terhadap sejarah” kata Presiden Erdoğan.

Mengacu pada desain politik tersembunyi di wilayah tersebut sebagai “permainan bayangan,” Erdogan mengatakan Turki “muak dengan” agenda tersembunyi dan itu “menjadi konyol untuk melemparkan negara yang tidak mampu berbuat baik untuk dirinya sendiri sebagai umpan untuk melawan Turki, Turki hari ini adalah kekuatan regional dan global. “

Sejak bulan Juli lalu, setelah Athena keberatan dengan survei seismik Ankara di daerah selatan pulau Meis, atau Kastellorizo, upaya diplomatik Jerman membantu meredakan ketegangan antara Turki dan Yunani.

Namun langkah kontroversial Yunani untuk menandatangani perjanjian pembatasan maritim dengan Mesir, yang menurut Turki melanggar landas kontinen dan hak maritimnya, semakin memicu ketegangan antara kedua negara tetangga.

Ankara menuduh Yunani menjalankan kebijakan maksimalis di Mediterania Timur dan menggarisbawahi bahwa klaim maritimnya melanggar hak kedaulatan Turki.AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here