Memperingati 72 Tahun Peristiwa #Nakba Presiden Asosiasi LSM (ASTP) Turki, Dr. Fatih Serenli : “Al-Quds Adalah Negara Bagian Terakhir dari Ottoman”

0
82
Dr. Fatih Serenli
Dr. Fatih Serenli, ASTP Kudüs Komisyonu Başkanı.

Peringatan Hari Bencana Besar atau dalam bahasa Arabnya disebut juga “Nakhba” Asosiasi Lembaga Swadaya Kemasyarakatan yang terpusat di Ibukota Turki, Ankara Sivil Toplum Platformu (ASTP Kudus Komisyonu) yang terdiri dari 43 lembaga ini melakukan kampanye “Jangan Lupakan NAKBA” sebagai agenda bersama Ummat Islam.

BERITATURKI.COM, ANKARA (15/05)

Dalam RANGKA PERINGATAN #72thNAKBA, Kantor Beritaturki.com perwakilan Ibukota Turki, Ankara telah berhasil mendapatkan wawancara dengan Presiden Komisi ASTP yang juga Direktur SESRIC-OIC tersebut mengenai perkembangan kondisi terakhir masyarakat Palestina. Peringatan #Nakba di Palestina di Bulan Ramadhan ini, juga ditengah masa sulit wabah korona (Covid-19) melanda negara para Nabi tersebut.  

Presiden Komisi Al-Quds ASTP, Fatih Serenli mengatakan ” Yerusalem adalah Negara Bagian Terakhir dari Ottoman”, ia juga menyentuh penderitaan saudara-saudara Muslim yang terus berlanjut di bawah penganiayaan Israel hingga kini.

5 Fakta Mengenai Hari #Nakba foto. JerussalemPost, JP.com

Hari Nakba selalunya diperingati pada 15 Mei, sehari setelah tanggal kalender Gregorian untuk hari kemerdekaan Israel (Bani Israil). Bagi Palestina, ini adalah hari peringatan “duka” tahunan yang didahului oleh pencaplokan tanah dan diikuti oleh Deklarasi Kemerdekaan Israel pada tahun 1948.

Yerussalem adalah Kota tiga agama yang diberkati, kota yang tidak dapat dibagi dengan jejak kuno peradaban. Negeri itu adalah salah satu negeri negeri penting bagi ummat Islam di mana setiap sudut tempat setiap mata dilekatkan menceritakan lusinan kisah dan sejarah berubah dalam bayang-bayang jejak sang nabi besar. Selain kita kenal sebagai tempat “transit” ketika Rasulullah Saw. melakukan Israk’ Mikraj, Al-Quds (Yerusalem) merupakan kota warisan dari para Nabi. Nasib kota, yang telah berada di bawah kekuasaan Ummat Islam selama hampir 1200 tahun dan diperintah oleh Kekhilafahan Utsmaniyah selama 400 tahun dengan kedamaian, ketenangan dan kepedulian, berubah sejak tahun 1917. Warga Palestina, yang hidup di bawah mandat Inggris, tidak melihat wajah yang lebih nyaman sampai dengan ini.

Hari-hari yang sulit menjadi lebih sulit setelah 14 Mei 1948, ketika Israel didirikan. 72 tahun yang lalu, hari ini, 15 Mei, adalah tanggal ketika peringatan #Nakhba bagi Palestina dimulai. Mereka menyebutnya “Bencana Hebat”. Orang-orang Palestina diusir dari tanah mereka, dan tanah air dan harta benda mereka direbut oleh Israel yang menduduki secara paksa. Tetapi mereka tidak menyerah. Sejak itu, Mereka menolak untuk tunduk, mereka telah membakar semangat perlawanan dan nyanyian perjuangan mereka untuk suatu hari dapat kembali ke tanah mereka, mereka melakukan itu meski harus melewati penganiayaan dan pelecehan terus menerus.

Berikut petikan wawancara dengan Dr. Fatih Serenli, Presiden Platform Masyarakat Sipil Ankara (ASTP Al-Quds Turki). Wawancara ini selain menyampaikan perjuangan dibawah penjajahan, juga beliau akan menjelaskan tentang perjuangan mereka melawan Wabah Covid-19, yang juga mendapat tekanan berat dari Zionis Israel. Jawabannya sekali lagi menambah satu lagi luka yang dalam pada kita semua.

“ISRAEL TELAH MEREBUT 85 PERSEN DARI 27 RIBUAN KILOMETER TANAH BERSEJARAH PALESTINA”

Dr. Fatih Serenli/ http://m.haber7.com/
  • 14 Mei dikenal dengan Tanggal Pendirian Negara Israel Raya, dan hari ini (15 Mei) adalah hari #Nakba untuk Palestina. Agenda Apa saja yang anda buat untuk peringatan tersebut? Bisakah Anda menjelaskan kami tentang Nakhba?

Pada 14 Mei 1948, Inggris mengumumkan akan menarik diri dari Palestina. Zionis Ben Gurion dan teman-temannya mengumumkan bahwa mereka mendirikan Israel hari itu. 10 menit setelah pengumuman, AS mengumumkan kepada dunia bahwa mereka mengakui Israel. Hari berikutnya 15 Mei Bangsa Palestina menjawab pengakuan tersebut dengan Gerakan #Nakhba atau hari bencana besar. Sebagian besar tanah Palestina telah diduduki dari “Nakhba”, yang merupakan simbol migrasi paksa, perampasan dan pembantaian bagi warga Palestina, ribuan warga Palestina telah terbunuh oleh pembantaian sistematis, hampir satu juta orang telah diasingkan, 675 desa telah dihancurkan dan beberapa kota telah di-yahudi-nisasi. Pendudukan Israel sekarang telah merebut 85 persen dari 27.000 kilometer persegi tanah bersejarah Palestina. Palestina hanya bisa menggunakan 15 persen dari wilayah ini. Itupun dibagi kedalam wilayah yang berjauhan.

Israel juga melanjutkan pembangunan permukiman ilegal Yahudi di Yerusalem Bersatu dan Tepi Barat, yang dihuni sepenuhnya pada tahun 1967. Menurut catatan PBB, Sejak itu jumlah pengungsi Palestina telah mencapai 6 juta orang di seluruh dunia. Ratusan ribu warga Palestina yang diasingkan di hari #Nakhba, hanya bisa melanjutkan kehidupan mereka di bawah kondisi yang keras di 61 kamp pengungsi yang dibuat di dalam dan di luar negeri.

Pengungsi palestine yang tinggal di barak pengungsian pasca “bencana besar/Nakba” pada Tanggal 15 Mei 1948

Sebagai Asosiasi Komite Al-Quds yang berpusat di Ankara (ASTP), kami berencana untuk menarik perhatian masyarakat muslim di dunia pada khususnya masyarakat Turki untuk membagi rasa sakit yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Ghaza dan Tepi Barat dengan melakukan kampanye massif di Media Sosial dengan menggunakan tagar #WeDontForgetNakba, #NekbeyiUnutmuyoruz, #KamiTidakLupaNakhbah.

Asosiasi anggota ASTP kami juga akan mengadakan webinar, konferensi online, dan kegiatan yang sifatnya penyadaran dengan menggunakan saluran virtual. Dengan cara ini, kami berharap dapat memberikan semangat juang untuk saudara-saudara Palestina kami untuk mencapai tanah air mereka sesegera mungkin.

“ORANG PALESTINA YANG HIDUP DI TEPI BARAT ATAU DI NEGARA LAIN ADALAH ORANG-ORANG YANG TIDAK MEMILIKI KEWARGANEGARAAN SAMPAI HARI INI”

Dr. Fatih Serenli/ http://m.haber7.com/
Foto tahun 1948, Hari “duka” #72thnakba ketika penduduk palestina harus meninggalkan semuanya; rumah, tanah, saudara, dan juga kenangan indah di tanah air mereka sejak ratusan tahun.
  • 2. Kesulitan yang dialami oleh Palestina belum berakhir. Sekarang, proses Covid-19 telah mempengaruhi banyak negara di dunia dan pandemi global, bahkan negara-negara maju memiliki kesulitan besar dalam mengatasi wabah ini. Ekonomi dunia dikatakan menyusut. Apa dampak epidemi ini terhadap pendudukan Israel, yang dimulai tepat 72 tahun yang lalu, dan terhadap bangsa Palestina yang menderita pendudukan ini?

Kita semua dapat meramalkan bahwa krisis epidemi ini, yang telah mengguncang ekonomi dan sistem utama dunia, akan jauh lebih sulit bagi masyarakat di Yerusalem di bawah kondisi pendudukan yang berat. Pertama-tama, bahkan dalam keadaan normal, orang-orang palestina tidak memiliki otoritas negara pusat di mana mereka bisa mendapatkan dukungan dan bertahan.

Seperti yang Anda ketahui, meskipun orang-orang yang tinggal di Tepi Barat atau wilayah Gaza dari geografi Palestina adalah warga negara Palestina, orang-orang Yerusalem bukanlah warga negara dari negara mana pun. Belum menjadi warga negara dari negara mana pun sejak dipisahkan Negara Ottoman sejak 1 abad terakhir.

Pemerintah Paletina selain mereka sendiri sedang dalam kesusahan, mereka juga tidak diberikan izin untuk ikut campur mengatur administrasi ketata-negara-an oleh Penjajah Israel. Dalam pengertian ini, orang-orang Pelestina tidak memiliki harapan dari administrasi pendudukan; meskipun para penjajah menginginkan normalisasi sedemikian dalam hal strategi pendudukan mereka …Orang-orang Palestina telah berusaha untuk mengisi celah otoritas ini dengan struktur masyarakat sipil dalam bentuk grup sukarela yang mereka bentuk sendiri meskipun dalam dalam pantauan penjajah israel.

Dari sudut ekonomi Muslim di Al-Quds terdiri dari tiga kelompok: Pedagang, Pegawai bergaji dan pekerja harian. Dalam proses ini, situasi ekonomi umat Islam sangat menderita. Sewa toko yang mengalami kesulitan membayar, pekerja Yerusalem yang diberhentikan, mereka yang mengambil cuti tidak dibayar dan mereka yang bekerja dalam pekerjaan sehari-hari adalah mereka yang terkena dampak paling besar. Selain itu, pemerintahan penjajah berusaha memaksa orang-orang Palestine yang tidak memiliki dukungan politik dan ekonomi dengan aturan Lockdown dan Jam Malam yang mereka nyatakan atas alasan pandemic korona, bagi mereka yang melanggar akan diberikan hukuman yang tidak berdasar, pajak yang tinggi dan hutang yang terakumulasi, sehingga menyulitkan mereka untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia sehari-hari. Hampir 50 persen Muslim yang tinggal di Yerusalem saat ini menganggur. Kehidupan orang-orang Palestina yang tidak dapat dimasukkan dalam sistem jaminan sosial apa pun menjadi lebih sulit selama periode krisis seperti itu.

Dalam keadaan seperti ini, Israel Penjajah juga membatasi akses rakyat Palestina terhadap sistem kesehatan.

Selain itu, pasukan pendudukan dan kelompok pemukim melanjutkan pelanggaran mereka di Yerusalem tanpa gangguan. Mereka tidak berhenti menghancurkan rumah, menghancurkan produk pertanian, menyita aset, dan menangkap mereka dengan alas an virus Covid-19. Kemarin kita saksikan bagaimana seorang anak dengan cacat mental ditembak langsung didepan ibunya hanya karena tidak memakai masker.

Singkatnya, kata-kata kami tidak cukup untuk menggambarkan kesulitan dan kesusahan yang mereka alami selama masa korona ini. Saudara-saudara ini, yang telah membayar tuntutan pemjajahan yang besar, berjuang untuk bertahan hidup dalam kondisi yang jauh lebih sulit sekarang ini.

Ramadan in Palestine amidst Covid-19.

“KITA MENGANGGAP BAHWA MEMBANTU ORANG-ORANG PALESTINA DALAM PERJUANGAN MEREKA MERUPAKAN SEBUAH KEBAIKAN DARI TUHAN .”

  • 3. Kita tahu bahwa Masyarakat Turki seringkali mengirimkan bantuan kepada bangsa Palestina. Dalam hal ini khususnya bantuan medis dikirim dengan pesawat dari Turki dalam beberapa hari terakhir. Apakah mendapatkan penolakan dari Israel?

Meskipun menghadapi berbagai kesulitan, saudara-saudara kita dari garis depan Al-Quds terus bertahan hidup dengan saling membantu dan dengan bantuan umat Islam dunia, dan mereka terus melindungi Tanah Haram Islam, Masjid al-Aqsa. Mereka yang memiliki kesempatan untuk menawarkan tetangga dan saudara seiman mereka dengan mencoba untuk meringankan dampak krisis dan mengembangkan perlawanan dengan tidak mengambil uang sewa dari pedagang.

Terlepas dari semua ini, mereka masih membutuhkan bantuan lebih banyak dari Dunia Muslim dari sebelumnya untuk membantu dan mendukung perjuangan mereka terutama dari Turki. Seperti yang dapat Anda ketahui, bahwa bangsa kita (Turki) adalah salah satu negara yang paling bisa memahami orang-orang pahlawan ini (Palestine), yang mencegah penindasan dari memanggil dan bertanya kepada orang lain, adalah bangsa kita, tempat mereka hidup bersama hingga se-abad yang lalu dengan membangun budaya bersama.

Jadi mereka menganggap bantuan dari Turki bagi mereka adalah bantuan yang amat bermakna. Kami juga tidak memisahkan orang-orang mulia ini dari diri kami sendiri dan dengan merasakan kepedihan dan penderitaan mereka di dalam hati kami. Kami melihatnya sebagai tugas agama dan kemanusiaan dan berharap bantuan Tuhan mendukung perlawanan saudara-saudara kami di Al-Quds atas nama kami.

Untuk tujuan ini, kegiatan bantuan telah diselenggarakan di negara kami melalui organisasi non-pemerintah di bawah kendali negara, dan ini telah dikirimkan ke keluarga dan individu yang membutuhkan di Yerusalem melalui saluran sipil. Dalam hal ini, kami menunjukkan kerjasama dan persatuan antara kedua bangsa ini akan terus dipertahankan.

  • 4. Bisakah Anda berikan informasi tentang sifat bantuan yang telah dikirimkan ke Yerusalem dan Palestina?

Bantuan ke Yerusalem dan Palestina secara umum disalurkan melalui kerja sama dengan organisasi lokal di sana.

Seperti yang saya sebutkan, ada lusinan proyek yang dikembangkan oleh organisasi masyarakat sipil untuk berbagai segmen di Al-quds, yang kehilangan dukungan negara yang akan mendukung dan membantu mereka, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, dan pembagian makanan. Kami terus berusaha untuk membuat warga Al-Quds merasa bahwa mereka tidak sendirian selama bulan mulia bulan Ramadhan ini dengan memberikan bantuan kepada anak-anak yatim, baik pemuda, para wanita, dan juga orang-orang tua yang sudah uzur, dan orang-orang cacat selama Ramadhan, setiap saat sepanjang tahun. Selain bantuan dalam bentuk barang atau uang tunai yang disediakan oleh masyarakat sipil, lembaga-lembaga Semi Pemerintah dibawah koordinasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) seperti TİKA, YTB, Yunus Emre, Yayasan Maarif terus mendukung masyarakat Al-Quds di bidang kerja sama teknis dan pembangunan.

  • 5. Sebagai Komite Utama Dalam Ankara Civil Society Platform (ASTP) di Al-Quds Commission, apa fokus Anda Pada Lembaga Ini?

Komisi ini kami didirikan di bawah naungan Platform Masyarakat Sipil Ankara (ASTP), karenaAl-Quds ini adalah warisan Agama kita, kami ingin mewariskan perjuangan ini kepada generasi penerus bangsa dan ummat, bahwa selain tugas kemanusiaan ini adalah prioritas dan tugas agama, tugas mulia untuk terus melindungi warisan agama, budaya dan sejarah Al-Quds, yang saat ini masih berada di bawah ancaman meningkatnya Yahudiisasi rezim pendudukan Zionis.

Alhamdulillah, Pemerintah Turki, Organisasi Internasional, Berbagai Organisasi Kemanusiaan, lembaga sektor swasta dan warga sipil (NGO) yang berbeda di tingkat nasional dan internasional terus mendukung dukungan finansial dan moral masyarakat Yerusalem (Al-quds) demi untuk meningkatkan perlawanan mereka terhadap pendudukan, untuk mendukung pengembangan ekonomi dan sosial Masyarakat Palestina dan sekitarnya, Kami melakukan banyak pekerjaan kemanusiaan, hukum, politik dan diplomatik oleh komponen basis sosial disana.

Dalam waktu singkat sejak pembentukannya, Komisi Yerusalem melakukan kegiatan yang luar biasa berkat upaya dan kontribusi penuh dari anggota organisasi non-pemerintah dan mendapat dukungan dari banyak organisasi yang peduli perkembangan Al-Quds. Kami berharap bahwa, berkat inisiatif bersama kami, kami dapat memiliki warisan bersama terhadap Agama dan Budaya kita di Palestina, setidaknya bisa menjadi setetes obat terhadap luka berabad-abad yang dialami saudara kami umat Islam di Palestina.

“KAMI TELAH MEMULAI KAMPANYE BANTUAN BERSAMA 43 LSM DENGAN SLOGAN “KITA BERBUKA DI AL-QUDS, MEREKA MENUNGGU KITA

Dr. Fatih Serenli/ http://m.haber7.com/
  • 6. Terakhir, Kami tahu bahwa Anda telah memulai kampanye khusus untuk bulan Ramadhan. Apakah misi  kampanye tersebut telah tercapai?

Sebagai NGO yang merupakan anggota Komisi Al-Quds Internasional, kami memutuskan untuk mendukung perlawanan epik saudara-saudari kita yang tinggal di Yerusalem, terlepas dari epidemic korona, terhadap kebijakan intimidasi dan penganiayaan para penjajah. Sebagai waktu, kami ingin menjadi tamu meja orang-orang Yerusalem di berbuka puasa dan sahur, karena epidemi termasuk bulan Ramadhan. Karena kami tidak dapat pergi ke sana secara pribadi karena keadaan, kami berpikir bahwa sebagai obat, kami akan dapat menghilangkan sebagian dari kekurangan kami dengan hadiah yang akan kami kirimkan dari sini, mewakili kehadiran jiwa dan spiritual kami disana. Sebagai hasil dari konsultasi kami bersama 43 LSM lainnya, seluruh anggota komisi telah bersepakat dan memutuskan untuk menyatukan dan mengintensifkan bantuan kami dalam tiga hal sebagai bantuan makanan, Iftar, dan Zakat Fitrah dengan slogan “Kami berbuka puasa di Al-Quds, Kami Menunggu Anda”.

Program Kampanye Platform NGO Turki dibawah payung ASTP untuk Komisi Al-Quds yang dikoordinatori oleh Dr. Fatih Serenli.

Sebagai bagian dari sebuah bangsa yang selalu bersama dengan orang-orang yang tertindas sepanjang sejarah dan selalu berusaha memenuhi semua kebutuhannya dengan mempertahankan saudara-saudara Muslimnya di atas kebutuhan dirinya sendiri, mudah-mudahan kita akan selalu berusaha membantu saudara-saudara Muslim kita di Al-Quds yang sama-sama dalam kesulitan keuangan karena virus korona dan tidak dapat menerima dukungan kesehatan yang diperlukan saat ini.

Dengan wasilah ini, kami mengundang para pembaca budiman sekalian untuk memisahkan bagian terbaik untuk Al-Quds dari Zakat, Fitrah, dan Donasi/Sedekah di bulan Ramadhan yang mulia dan diberkati ini. (@Hazal disadur dari m.haber7.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here