Mehmet Akif Ersoy: Penyair Lagu Kebangsaan Turki

0
156
Foto Anews

Karya warisan penulis Turki dan penyair lagu kebangsaan Turki Mehmet Akif Ersoy terus hidup di negara dua benua itu, saat Turki menggelar acara untuk memperingati hari wafatnya yang ke-82.

Ersoy yang juga seorang akademisi dan anggota parlemen, dianggap di Turki sebagai Penyair Nasional karena ia adalah penulis lirik Lagu Kebangsaan Turki – mars kemerdekaan – yang diadopsi pada tahun 1921 oleh Majelis Nasional Agung Turki.

Penyair Turki ini lahir di Albania pada tahun 1873 selama era Ottoman di distrik Fatih Istanbul. Ayahnya Mehmet Tahir adalah seorang dosen Albania di Fatih Madrasah di Istanbul dan ibunya Emine Serife berasal dari keturunan Turki-Uzbekistan.

Selama masa pendidikannya, Ersoy juga belajar bahasa Arab, Persia, dan Prancis. Ketika ia bersekolah di sekolah menengah Mulkiye Idadisi, ayahnya meninggal pada tahun 1888. Hal tersebut merupakan alasan mengapa ia meninggalkan sekolah untuk menghidupi keluarganya. Selain alasan tersebut, Ersoy remaja juga harus menghadapi kemiskinan karena rumahnya yang hangus akibat kebakaran.

Kemudian, Ersoy memulai Mulkiye Baytar Mektebi – sebuah sekolah kedokteran hewan – untuk menemukan pekerjaan yang cukup stabil baginya pada saat itu. Ia pun lulus dengan predikat memuaskan pada tahun 1893. Selama masa studinya, minat Ersoy pada puisi mulai tumbuh. Saat itu adalah tahun yang sama dimana ia lulus dan puisi pertamanya diterbitkan dalam sebuah jurnal.

Pada 1898 Ersoy menikah dengan Ismet Hanim. Pasangan itu dikaruniai tiga anak perempuan dan tiga anak laki-laki, namun salah satu putranya meninggal saat berusia satu setengah tahun.

Ersoy bekerja sebagai guru dan terus menulis puisi. Ia menjadi pemimpin redaksi “Sirat-i Mustakim”, sebuah majalah mingguan yang diterbitkan antara tahun 1908-1966, dengan perubahan nama menjadi “Sebilürresad” pada edisinya yang ke-183. Karyanya yang terkenal adalah Safahat, koleksi 44 puisi dalam berbagai perspektif, pertama kali diterbitkan pada tahun 1911. Puisi-puisinya bertema masalah sosial dan agama.

Pada 1920, Ersoy terpilih sebagai wakil gubernur provinsi Burdur dan masuk parlemen. Atas permintaan khusus oleh Menteri Pendidikan pada saat itu, Hamdullah Suphi Bey, Ersoy akhirnya menulis Istiklal Marsi (Independence March).

Dalam lagu kebangsaan Turki tersebut, Ersoy mengabadikan perjuangan bangsanya untuk bertahan hidup, setelah Perang Dunia I, memahkotai pembebasan nasionalnya pada tahun 1921 selama Perang Kemerdekaan Turki melawan pendudukan asing.

Ersoy mencurahkan semua upayanya untuk kesejahteraan rakyat Turki melalui puisinya dan pidatonya di depan umum. Ersoy juga menyumbangkan hadiah uang yang ia terima dari puisi kebangsaan yang ia ciptakan untuk sebuah badan amal.

Pada 12 Maret 1921, Majelis Nasional Grand Turki secara resmi menyatakan puisi Ersoy sebagai lagu kebangsaan. Didirikan pada tahun 1923, Republik Turki juga mengadopsi puisi itu sebagai lagu kebangsaan. Pada 1925, Ersoy pindah ke ibukota Mesir, Kairo, tempat ia mengajar bahasa Turki di sebuah universitas.

Setelah tinggal selama 11 tahun di Mesir, Ersoy kembali ke Istanbul pada tahun 1936 di mana ia meninggal di apartemennya pada 27 Desember di tahun yang sama. Pada 19 Desember, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa apartemen penyair Turki – yang terletak di jalan Istiklal yang terkenal di Istanbul – akan diubah menjadi museum. Ersoy dikenang oleh bangsa Turki tidak hanya dalam setiap mengumandangkan Lagu Kebangsaan tetapi juga melalui warisan puisi dan memoarnya.(Yn)

Sumber: Anews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here