Masyarakat Turki Sangat Antusias Menunaikan Shalat Tarawih Pertamanya di Masjid Hagia Sophia

"Fethin sembolü" olarak anılan ve 86 yılın ardından yeniden ibadete açılan Ayasofya-i Kebir Cami-i Şerifi'nde, salgın nedeniyle iki sene gecikmeli olarak 88 yıl sonra ilk teravih namazı kılındı. ( Ali Atmaca - Anadolu Ajansı )

BERITATURKI.COM, Istanbul – Direktorat Keagamaan Turki menetapkan puasa Ramadhan tahun ini jatuh pada hari Sabtu (2/4). Pada Jum’at malam (1/4) masyarakat Turki berdatangan ke Alun-alun Blue Mosque untuk menunaikan ibadah shalat tarawih di Masjid Hagia Sophia. Tarawih ini merupakan tarawih pertama yang dilaksanakan di Masjid Hagia Sophia setelah 88 tahun.

Di masjid yang dikenal sebagai “lambang penaklukan” dan dibuka kembali untuk beribadah setelah 86 tahun itu, keinginan masyarakat Turki untuk shalat tarawih disana yang sempat tertunda selaam 2 tahun akibat pandemi Covid-19.

Para warga mulai berdatangan ke masjid ini saat shalat magrib untuk mengantre masuk kesana, sehingga Masjid Hagia Sophia sudah terisi penuh 30 menit sebelum salat Isya.

Setelah petugas menutup pintu masuk masjid, warga harus melaksanakan shalat di area luar Blue Mosque. Banyak orang shalat di atas sajadah dan kardus yang mereka bawa di area tersebut dan di area hijau.

Di sisi lain, Salat Salam turut dikumandangkan sebelum shalat di masjid dan Al-Qur’an juga dibacakan dengan kalimat tauhid.

Ketua Parlemen Turki Mustafa Şentop, Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya dan Ketua Partai AKP Provinsi Istanbul Osman Nuri Kabaktepe datang ke masjid sebelum salat Insya.

Shalat tarawih di Masjid Hagia Sophia langsung diimami oleh Kepala Direktorat Keagamaan Turki Prof. Dr. Ali Erbaş.

Prof. Dr. Ali Erbaş, setelah melaksanakan shalat tarawih berjamaah mengucapkan selamat menyambut bulan Ramadhan kepada warga.

Sambil menyatakan bahwa mereka senang dapat melaksanakan salat tarawih di Masjid Hagia Sophia, Erbaş mengatakan, “Kita tidak bisa cukup berterima kasih kepada Allah. Setelah 88 tahun berpisah, Masjid Hagia Sophia telah mendapatkan kembali salat tarawihnya. Kita tidak bisa shalat tarawih di semua masjid kita selama dua tahun. Kita sangat rindu memen ini. Segala puji bagi Allah. Alhamdulillah Allah telah membawa kita pada bulan Ramadhan. Semoga kita dapat menggunakannya dengan cara terbaik.”

Sambil mengekspresikan bahwa ia tidak ingin masjid dibiarkan tanpa para pemuda, Erbaş berkata, “Suara anak-anak yang datang dari belakang akan meningkatkan pahala kita.
Itu mengingatkan kita pada Ka’bah dan Raudhah. Di sana, doa dan shalat dilakukan dengan suara anak-anak. Masjid Hagia Sophia dan semua masjid kita akan membiarkan anak-anak ikut masuk ke dalam Masjid selama tarawih.”

Erbaş juga bahwa bulan Ramadhan adalah bulan Alquran, sehingga Erbaş memberikan informasi bahwa pejabat Diyanet akan memberikan fasilitas mengajar Al-Qur’an bagi orang yang tidak tahu cara membaca Alquran dalam sebulan.

Saat mesjid mulai kosong usai salat tarawih, warga yang salat di luar pun juga berkesempatan masuk ke dalam. Dalam lingkup keputusan yang diambil, Masjid Hagia Sophia akan buka selama 24 jam pada bulan Ramadhan.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here