Masjid Aya Sofia Menyambut Laylat al-Qadr Dengan Mahya Tradisional Ottoman

0
44
Masjid Agung Hagia Sophia terlihat di foto udara ini setelah dihias dengan mahya Ramadhan tradisional, di Istanbul, Turki, 7 Mei 2021. (Foto IHA) Masjid Agung Hagia Sophia terlihat di foto udara ini setelah dihias dengan mahya Ramadhan tradisional, di Istanbul, Turki, 7 Mei 2021. (Foto: İhlas haber ajansı / IHA)

BERITATURKI.COM, Istanbul – Masjid Agung Aya Sofia di Istanbul telah dihiasi dengan mahya Ramadhan tradisional untuk menandai salah satu malam paling suci dan ditunggu oleh kaum muslimin sedunia yaitu “Laylat al-Qadr” dimana di aya Sofia adalah pertama kalinya sejak 87 tahun terakhir.

Mahya adalah untaian lampu iluminasi yang tergantung di antara menara dan menampilkan Kalimat al-Tauhid, atau “La Ilahe Illallah” (tidak ada Tuhan selain Allah). Tahun ini diterangi oleh Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya pada hari Jumat bersama salah satu dari beberapa guru mahya yang tersisa Kahraman Yıldız, menjelang Laylat al-Qadr hari Sabtu.

Masjid Agung Hagia Sophia terlihat di siang hari, di Istanbul, 08 Mei 2021. (Foto AA)


Bangunan bersejarah dari peninggalan Bizantium (Hagia Sophia) telah dikembalikan fungsinya ke masjid pada Juli lalu dan dibuka kembali untuk salat setelah 86 tahun absen.

Mahya tradisional Ramadhan di Masjid Agung Hagia Sophia terlihat dalam gambar ini, di Istanbul, Turki, 7 Mei 2021. (Foto IHA)

Mahya, menampilkan pesan-pesan agama atau nasihat untuk perbuatan baik, merupakan tradisi Ramadhan berusia berabad-abad dari zaman Ottoman. Yıldız, seorang ahli listrik berprofesi yang telah bekerja untuk Direktorat Jenderal Wakaf sejak 1971, adalah salah satu dari sedikit ahli yang meneruskan tradisi tersebut.

Laylat al-Qadr, atau ‘Malam Penentuan’, adalah malam di mana ayat-ayat pertama Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Umat ​​Muslim menganggap malam ke 27 Ramadhan sebagai malam paling suci dalam setahun dan umat beriman didorong untuk meluangkan waktu dalam doa dan pengabdian kepada Tuhan hingga fajar. Didalam Alquran disebutkan bahwa malam Laylatul Qadr lebih baik dari 1.000 bulan, atau setara dengan lebih dari 83 tahun.

Sumber: Anadolu_Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here