Mantan Perdana Menteri Lebanon Menyangkal Mengetahui Pengiriman Bahan Peledak Ke Beirut.

0
34

Sebuah laporan mengatakan Tammam Salam mengetahui kedatangan bahan berbahaya, yang diduga menyebabkan ledakan mematikan tersebut.

BERITATURKI.COM, Beirut-Lebanon|

Mantan perdana menteri Lebanon Tammam Salam membantah menerima korespondensi atau informasi tentang kedatangan pengiriman bahan kimia berbahaya di Beirut, yang diduga menyebabkan ledakan mematikan di ibu kota pada Selasa.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, kantor media Salam mengatakan laporan yang menuduh bahwa dia mengetahui kedatangan kapal yang membawa bahan kimia ke Beirut adalah “palsu dan tidak benar.”

Sebelumnya, laporan media menyebutkan bahwa pengadilan Lebanon telah memerintahkan kapal itu untuk menurunkan muatannya di pelabuhan Beirut ketika Salam menjadi perdana menteri.

Salam, yang menjabat sebagai perdana menteri dari Februari 2014 hingga Desember 2016, memperbarui seruan untuk membentuk komisi internasional guna menyelidiki ledakan dahsyat yang menewaskan sedikitnya 158 orang dan lebih dari 6.000 luka-luka tersebut.

Ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Para pejabat mengatakan ledakan itu disebabkan oleh ledakan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan secara tidak aman di pelabuhan selama enam tahun terakhir.

Pemerintah telah membentuk komite untuk menyelidiki insiden tersebut, yang terjadi ketika Lebanon menghadapi krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta pandemi virus corona.AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here