Mahasiswa ITB Juarai Kompetisi Pesawat Nirawak di Turki

0
83

Istanbul, Turki – Tim Aksantara Institut Teknologi Bandung (ITB) mendapatkan juara kedua kategori Lomba Fixed Wing pada ajang Tübitak UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Competition di Istanbul Grand Airport, Turki 20-23 September 2018 lalu.

Pada kompetisi pesawat tanpa awak tersebut, tim Aksantara ITB mengirimkan dua tim untuk kategori yang berbeda yaitu Fixed Wing dan Rotary Wing.

Dikutip dari galamedianews.com, penjelasan dari salah satu anggota tim Fixed Wing, Dewa Mahardika, dalam perlombaan ini setiap peserta harus menjalankan tiga misi setiap pesawat.

Misi yang pertama terbang manual dengan jalur yang sudah ditetapkan panitia lalu melakukan atraksi berputar 360 derajat.

Misi yang kedua terbang secara otomatis sambil membawa bola dan harus menjatuhkan bola tersebut ke kotak yang tersedia.

Misi yang terakhir terbang secara otomatis dari mulai take-off hingga mendarat, pendaratan harus presisi di garis yang sudah ditentukan.

Tim Aksantara ITB unggul pada pesawat dengan model Fixed Wing-nya yang berhasil menyelesaikan ketiga misi tersebut.

“Selama mengikuti lomba, tim Aksantara harus melalui dua tahapan seleksi, yaitu pengiriman konseptual desain dan detail desain. Konseptual desain mengarah kepada penjelasan dalam bentuk laporan mengenai pesawat seperti apa yang akan dirancang. Setelah lolos pada tahap ini, finalis harus mengikuti seleksi selanjutnya yaitu mengirim laporan detail desain dan menjabarkan perencanaan pembuatan pesawat sampai ke detail terkecil,” kata Dewa, dikutip dari Liputan6.com.

Tim Fixed Wing, Gana Raksaka beranggotaan 6 mahasiswa, Dewa Mahardika (Teknik Telekomunikasi 2017), M. Ilman Nuryakusumah (Teknik Penerbangan 2015), Raynald Masli (Teknik Penerbangan 2015), Edbert Ongko (Teknik Telekomunikasi 2015), Rama Rahardi (Teknik Telekomunikasi 2017), dan Dimas Apeco Putera (Teknik Fisika 2016).

Tim Rotary Wing, Traya Vata beranggotakan 7 mahasiswa, Rhenetou Virginio (Teknik Elektro 2015), Aji Sumbaga (Teknik Fisika 2015), Muhammad Hilmi (Teknik Telekomunikasi 2015), M. Falih Akbar (Teknik Elektro 2016), Dimas Yoga Pratama (Teknik Elektro 2015), Alif Ijlal Wafi (Teknik Informatika 2015), dan Akbar Aji Baskoro (Kewirausahaan 2016).

Dalam setiap proses mulai dari perancangan, produksi sampai menuju final di Turki, masing-masing tim dibimbing oleh seorang dosen.

Mereka dibimbing oleh Mochammad Agoes Moelyadi, dosen Fisika di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), sedangkan tim Rotary Wing dibimbing oleh Widyawardana Adiprawita, ahli Teknik Biomedis di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI). (AWN)

 

Sumber: goodnewsfromindonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here