Macron: Kami Tidak Akan Terima Kendali Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

0
100

BERITATURKI.COM, Paris – Presiden Prancis Emanuel Macron pada hari Rabu kemarin (30/09) menyuarakan solidaritas dengan Armenia di tengah konfliknya dengan Azerbaijan atas Nagorno-Karabakh yang diduduki Armenia.

“Saya telah memperhatikan pernyataan politik yang dibuat oleh Turki (mendukung Azerbaijan), yang menurut saya tidak pengertian dan berisiko,” kata Emmanuel Macron dalam konferensi pers selama kunjungan ke Latvia.

“Prancis prihatin dengan pesan-pesan perang dari Turki yang mendukung penaklukan Azerbaijan atas Nagorno-Karabakh. Dan kami tidak akan menerimanya,” tambahnya, tanpa menyebutkan bahwa wilayah itu secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan.

Hal ini sebagaimana bentuk dukungan penuh Presiden Turki dan Jenderal Lapangan Turki, Baca: https://beritaturki.com/konflik-armenia-azerbaijan-erdogan-kami-memihak-pada-azerbaijan/.

Mengklaim bahwa Azerbaijan akhir pekan lalu yang memulai konflik, Macron meminta Azerbaijan dan Armenia untuk mengakhiri konflik tanpa syarat, menambahkan bahwa ia telah membahas masalah ini dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev.

“Saya ingin serangan ini diakhiri. Saya secara eksplisit mengutuk serangan yang tidak proporsional ini,” kata Macron.

“Sesuatu telah terjadi sejak Juli,” tambahnya, tampaknya mengacu pada pembunuhan 12 tentara Azerbaijan dan melukai empat lainnya ketika Armenia melancarkan serangan perbatasan bulan itu.

“Telah ditentukan bahwa serangan pada hari Minggu datang dari Azerbaijan,” kata Macron, menambahkan: “Kedua belah pihak harus mematuhi gencatan senjata.”

Bentrokan perbatasan meletus Minggu pagi ketika pasukan Armenia di Nagorno-Karabakh – wilayah yang secara ilegal diduduki oleh Armenia sejak 1991 – menargetkan pemukiman sipil dan posisi militer Azerbaijan, yang menyebabkan banyak korban.

Dia mengatakan dia juga akan membahas masalah ini dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Macron mengatakan bahwa kedaulatan dan rakyat Armenia harus dihormati, mendesak setiap pernyataan yang akan meningkatkan ketegangan.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu pada Rabu mengecam Prancis serta komunitas internasional karena hanya mendesak gencatan senjata tetapi gagal meminta Armenia untuk meninggalkan wilayah pendudukan Azerbaijan.

“Ini bukan pendekatan yang tepat,” katanya kepada Anadolu Agency (AA), menambahkan bahwa solidaritas Macron dengan Armenia, meski tidak menunjukkan kepedulian terhadap tanah Azerbaijan yang diduduki, secara efektif berarti mendukung pendudukan./DS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here