Long Bazaar: Ikon Hatay di bagian selatan Turki

0
95
Dok. Daily Sabah

Antakya Long Bazaar merupakan salah satu simbol penting di provinsi Hatay, di mana orang-orang dari berbagai agama, etnis dan budaya hidup dalam kedamaian, toleransi, dan persaudaraan. Long Bazaar menarik perhatian dengan jalanan yang sempit, deretan toko berwarna-warni, dan ramainya pembeli.

Terletak di Jalur Sutra yang bersejarah, Long Bazaar telah menjadi pusat perdagangan sejak zaman dahulu. Ia dikenal sebagai jantung perdagangan yang berdetak di distrik Antakya.

Pengunjung Long Bazaar yang datang berasal dari berbagai profesi. Pusat perdagangan yang tidak diketahui pasti kapan waktu pembangunannya ini juga menyediakan penginapan, pemandian, serta masjid.

Sebagai tempat yang telah ada dan melayani kebutuhan orang-orang sejak jaman dahulu, di Long Bazaar terdapat banyak jenis barang tradisional yang bisa kita temukan, seperti sabun laurus, minyak zaitun, serbat licorice dan künefe.

Sebagai salah alah satu tempat bertemunya turis lokal dan asing, Long Bazaar menjadi garis kehidupan ekonomi kota. Setiap harinya ribuan orang mengunjungi pasar yang memiliki panjang hampir 3,5 kilometer itu.

Pengrajin dari berbagai agama dan sekte

Hasan Ali Sevinç, presiden “Long Bazaar Foundation”, berbicara dengan Anadolu Agency (AA) dan menyatakan bahwa keberadaan Long Bazaar sangat bersejarah di provinsi Hatay.

Rekaman yang berasal dari masa perjalanan Ottoman, Evliya Çelebi, menunjukkan bahwa Long Bazaar merupakan rumah bagi 300 pengrajin di masa lalu. Hingga saat ini tercatat sebanyak 2000 pengrajin yang terdaftar di Long Bazaar.

Long Bazaar adalah rumah bagi para pengrajin dari berbagai agama dan etnis. Ini menarik sejumlah besar wisatawan lokal dan asing, terutama di musim panas. Terdapat 3 penginapan, 3 tempat pemandian umum, dan masjid di dalamnya,” ujar Sevinç.

Mengacu pada sejarah Long Bazaar yang sangat panjang, Sevinç menyatakan bahwa awal mula berdirinya Long Bazaar diawali oleh sekumpulan pengrajin.

Long Bazaar, lingkungan yang “abadi”

Ketua perkumpulan para penjual sepatu di “Antakya Bazaar Foundation”, Ömer Gürbüz, mencatat bahwa mereka berusaha mempersembahkan yang terbaik di Long Bazaar.

“Semua ayah dan kakek kami adalah pengrajin di Long Bazaar dan kami tetangga di lingkungan yang sama. Terlebih lagi, leluhur kami juga hingga pada akhirnya menjadi tetangga di pemakaman. Dengan kata lain, ini adalah lingkungan yang abadi bagi kami, sama halnya seperti keluarga, kami bertemu di meja yang sama saat jam makan siang. Setiap hari kami menyiapkan meja dan makanan di rumah kami. Semuanya merupakan contoh dari kebersamaan yang kami alami setiap hari sebagai pengrajin di sini (Long Bazaar)” ujar Gürbüz.

Gürbüz juga mencatat bahwa mereka akan mewariskan rasa hormat, saling menghargai dan hubungan kekeluargaan yang hangat diantara pengrajin kepada generasi-generasi berikutnya.

Bertugas sebagai tukang besi di sebuah toko kecil di bazaar, Nebil Muratoğlu yang berusia 55 tahun mengatakan bahwa ia bangga dapat mewarisi pekerjaan leluhurnya sebagai generasi ketiga.

Ia mengatakan bahwa ia berlatih melakukan profesi tersebut dengan cinta.

“Saya adalah generasi ketiga di Long Bazaar. Saya bersyukur dan bangga dengan profesi saya saat ini. Saya akan terus melayani sebagai seorang pengrajin, selama saya bisa,” ujar Muratoğlu.

Künefe, makanan tradisional yang masih ada dari masa ke masa

Pengunjung Long Bazaar wajib mencicipi dan menyasikan proses pembuatan künefe, salah satu makanan penutup terbaik dari masakan Ottoman.

Dengan aroma yang khas, yang berasal dari gandum parut dan keju khusus, künefe menarik para pengunjung untuk mencicipi.

Master Künefe, Mustafa Sertbaş, 65 tahun, mengatakan bahwa ia telah mempertahankan tradisi pembuatan makanan penutup tersebut selama berpuluh-puluh tahun di Long Bazaar.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here