Lingkaran Pebisnis Turki Sambut Program Ekonomi Terbaru

0
42

Ankara, Turki – Pebisnis Turki menyambut program prekonomian terbaru Turki untuk periode 2019-2021 diumumkan pada Kamis (20/9).

Nail Olpak, Ketua dari Dewan Hubungan Ekonomi Luar Negeri Turki (DEIK) mengatakan pada sebuah pernyataan kalau target tahap pertumbuhan yang disebutkan pada Program Jangka Menengah (MTP) konsisten dengan target inflasi sepanjang 2021.

“Mengatur tujuan praktis dan bertumpu pada data sistematis adalah aspek yang sangat penting untuk MTP terbaru,” kata Olpak.

Olpak menandai kalau MTP terbaru menawarkan isi yang menyeluruh, termasuk prioritas pebisnis dari ketertiban fiskal, pasar bebas, perjuangan terhadap inflasi, pertumbuhan berkelanjutan dan ekspor.

“Kami akan menghadapi kesulitan dalam jangka pendek, tapi juga pertumbuhan ekonomi akan berlanjut stabil dalam jangka panjang,” katanya.

Dalam pernyataan lain, Pimpinan Majelis Exportir Turki (TIM) Ismail Gulle mengatakan bahwa MTP terbaru disiapkan dengan cara yang sangat praktis.

“Target akhir tahun kami menanjak ke lebih dari USD 170 milyar pada ekspor,” Gulle mengatakan. “Kami juga berjanji untuk mencapai target ekspor tahun depan yaitu USD 182 milyar.”

“Tahun ini, ekspor bersih akan berkontribusi secara substansial dengan pertumbuhan ekonomi dan akan terus berlanjut tahun depan,” ia bilang.

“Pada setiap kesempatan, kami menyebutkan kalau membuat ekspor penambahan nilai adalah langkah paling sehat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi kualitatif dan untuk mengurangi defisit transaksi saat ini.”

“Segala langkah untuk meningkatkan kondisi ekonomi makro Turki akan tergantung pada ekspor, dan kedua jumlah dari eksportir kita dan kualitas dari ekspor kita akan meningkat,” ia menambahkan.

“Kami berharap pelaksanaan dari MTP terbaru akan ditindaklanjuti dengan seksama dan hasilnya akan didapat dengan cepat.” Ketua Asosiasi Industri dan Bisnis Turki (TUSIAD) Erol Bilecik mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Bilecik menekankan kalau kestabilan sistem keuangan adalah prioritas dari periode tiga tahun, seperti yang disebutkan dalam MTP.

“Kontinuitas dari sebuah sistem keuangan yang kuat sangat penting untuk menjaga kontribusi sektor riil untuk produksi, pekerjaan, dan pertumbuhan,” ia mengatakan.

BIilecik menandai kalau kontinuitas dari kebijakan moneter ketat saat ini dan perjuangan akan inflasi, ditambah berdiri di batas-batas sistem pasar bebas juga sangat penting untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam MTP.

“Kami akan melanjutkan untuk mengerahkan segala upaya untuk mensukseskan MTP terbaru.

Abdurrahman Kaan, kepala dari Asosiasi Industri dan pebisnis Mandiri (MUSIAD) , mengatakan dalam sebuah pernyataan menyebut MTP terbaru “masuk akal, terukur, dan bijaksana.”

Menunjuk pada pemeriksaan keuangan pertriwulan dari MTP, Kaan mengatakan: “Hal itu akan mendukung efisiensi program dan kemungkinan pembaruan dari rencana makro dengan mengawasi perubahan mikro.”

“Pembaruan seperti itu sangat penting untuk menunjukan reaksi langsung menghadapi perubahan,” katanya, menambahkan kalau pemantauan ketat juga sangat vital untuk eksekusi dari tahap awal program.

Kaan juga mengatakan kalau dia sangat percaya dengan sektor pribadi, dan kalau itu akan melakukan yang terbaik untuk produksi dan pekerjaan.

Sebelumnya, di hari yang sama, Turki mengumumkan program ekonomi baru mereka berdasarkan tiga dasar fundamental – stabilisasi, disiplin dan transformasi. (AWN)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here