Lembaga Penyiaran Turki Gelar Workshop Internasional Ke-11 untuk Mahasiswa Asing

0
29

BERITATURKI.COM, Turki – Lembaga penyiaran utama Turki mengadakan workshop komunikasi internasional yang ke-11 dengan tujuan untuk menjalin ikatan mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di universitas-universitas di Turki. Dewan Tinggi Radio dan Televisi (RTÜK) telah mengadakan workshop ini sejak 2009 dan tahun ini kembali digelar pada 24-27 April di kota-kota tenggara Turki, Şanlıurfa dan Gaziantep.

Sebagai anggota dewan, Arif Firtina mengatakan, lembaga penyiaran ingin melakukan diplomasi publik di bidang sosial dan budaya, oleh karena itu workshop ini diselenggarakan setiap tahun. “Tujuan dari kegiatan workshop kami adalah bahwa kami mengumpulkan siswa [asing], yang belajar di fakultas komunikasi. Kami biasanya fokus pada siswa yang berafiliasi dengan Turkic World dan komunitas terkait,” katanya.

“Kami sebagian besar mengajak mahasiswa sarjana, namun, mahasiswa tingkat magister dan PhD terkadang juga bergabung.” Firtina melanjutkan dengan mengatakan bahwa para siswa akan menjadi jembatan antara Turki dan negara mereka sendiri setelah lulus dari universitas-universitas Turki, dan mereka akan memiliki hubungan yang lebih kuat dan dekat dengan Turki.

“Selama sepuluh tahun terakhir, kami memiliki total 570 peserta, kami memandang workshop kami ini sebagai tugas nasional,” katanya, seraya menambahkan bahwa workshop tahun ini dihadiri oleh sekitar 47 mahasiswa asing. Dia mengatakan alasan diadakannya workshop tahun ini dengan tema “Alat Komunikasi di Tengah Perjuangan Untuk Kemerdekaan” adalah bahwa tahun 2019 Turki akan memperingati 100 tahun dimulainya perang kemerdekaan Turki.

Firtina menggarisbawahi bahwa penggunaan alat komunikasi sangat penting, terutama ketika suatu bangsa berjuang untuk kemerdekaannya. Dia menekankan bahwa menciptakan “persatuan nasional melawan penjajah” dan memberi tahu komunitas internasional tentang “ilegalitas yang terjadi di negara yang dijajah” dapat dicapai melalui komunikasi massa yang benar.

Dia juga memuji Anadolu Agency untuk perannya dalam perjuangan nasional Turki, dimana ia memberikan informasi yang benar tentang kegiatan pasukan penjajah di negara tersebut kepada orang-orang Turki meskipun dengan sarana yang terbatas dan telah berkontribusi untuk meningkatkan identitas nasional. Anadolu Agency didirikan pada 6 April 1920 oleh Mustafa Kemal Ataturk – pendiri Republik Turki – dengan tujuan agar Turki dapat didengar oleh komunitas internasional dan menginformasikan berita kepada warga Turki dengan cara yang benar.

Memperhatikan bahwa workshop tersebut diselenggarakan untuk mahasiswa asing, Firtina mengatakan bahwa pelajar asing datang dari berbagai negara seperti Makedonia Utara, Albania, Kirgistan, Uzbekistan, Bangladesh, Nigeria, Yaman dan Pakistan. Dia menambahkan bahwa para peserta workshop akan melakukan tur di sekitar situs arkeologi Göbeklitepe – kuil tertua di dunia yang terletak di kota Şanlıurfa – untuk meningkatkan aspek budaya dari workshop tersebut. Dia mengatakan, workshop diadakan di Universitas Hasan Kalyoncu di tenggara provinsi Gaziantep.

Turki mendeklarasikan 2019 sebagai “Tahun Göbeklitepe” untuk menghormati kuil yang telah berusia 12.000 tahun tersebut, yang ditambahkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO pada Juni 2018. Menurut Firtina, para pemegang saham dari workshop tersebut adalah Anadolu Agency, Turkish Broadcaster TRT, YTB, dan Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (TİKA). (Lin)

Sumber: AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here