Lembaga Kemanusiaan Turki Cansuyu Mengirimkan Bantuan Makanan ke Sudan Selatan

0
60

Sekitar 1 juta orang berjuang untuk bertahan hidup dalam kondisi sulit akibat banjir baru-baru ini.

BERITATURKI.COM, Istanbul – Sebuah badan kemanusiaan Turki telah mengirimkan paket makanan kepada orang-orang yang terkena dampak banjir baru-baru ini di Sudan Selatan.

Dalam sebuah pernyataan pers pada hari Senin (4/1/2021), Organisasi Amal dan Solidaritas Cansuyu yang berbasis di Istanbul mengatakan bahwa sekitar satu juta orang berjuang untuk bertahan hidup dalam kondisi sulit akibat bencana banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang berlebihan di Sudan Selatan, yang juga dilanda kelaparan.

Orang-orang di Sudan Selatan telah menjalani kehidupan terisolasi di wilayah itu selama berbulan-bulan karena hujan lebat yang terus berlanjut sejak Oktober lalu, pernyataan itu menambahkan.

Paket yang terdiri dari bahan makanan pokok dikirim ke wilayah yang terkena banjir di Sudan Selatan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Turki di Juba. Kampanye bantuan juga didukung oleh Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki dan Yayasan Maarif Turki.

Pernyataan itu mengutip Hasan Yasar, anggota dewan yang bertanggung jawab atas urusan luar negeri Cansuyu, yang mengatakan bahwa Sudan Selatan telah melalui masa yang sulit dan curah hujan yang berlebihan di wilayah tersebut terus berlanjut selama berbulan-bulan.

Memperhatikan bahwa hampir 100 orang tewas akibat banjir, Yasar mengatakan, “Kehancuran dan kebutuhan di negara ini, yang sedang melalui proses yang sulit, berada pada tingkat yang ekstrim.”

Bulan lalu, tiga organisasi PBB menyerukan akses kemanusiaan segera ke beberapa bagian di wilayah Pibor, Sudan Selatan, di negara bagian Jonglei, tempat orang-orang kehabisan makanan dan menghadapi tingkat bencana kelaparan.

Menurut laporan baru oleh Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, UNICEF dan Program Pangan Dunia sedang meningkatkan respons mereka, bersama dengan organisasi bantuan kemanusiaan lainnya.

Tingkat kelaparan yang tinggi didorong oleh ketidakamanan, pandemi COVID-19, krisis ekonomi, dan dampak banjir pada mata pencaharian, kata laporan itu.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here