Lembaga Kemanusiaan Turki Beri Layanan Pendidikan kepada Anak-anak Rohingya

0
80

Bangladesh. Sebuah lembaga bantuan kemanusiaan Turki telah membuka pusat pembelajaran bagi anak-anak di sebuah kamp pengungsian yang berada di Bangladesh, di mana Muslim Rohingya berlindung setelah melarikan diri dari Negara Rakhine, Myanmar.

“The Sadakataşı Foundation”, sebuah organisasi non-pemerintah yang berbasis di Istanbul, menyatakan bahwa telah membuka “Pusat Pendidikan Digital DNA” di kamp Mainnerghona, yang saat ini menampung sedikitnya 22.000 pengungsi Rohingya. Dua guru akan memberikan layanan pendidikan di pusat pembelajaran yang terbuat dari bambu untuk menahan iklim yang panas dan lembab di daerah tersebut.

Kepala Yayasan, Kemal Özdal, melakukan kunjungan ke kamp-kamp pengungsian yang kelebihan kapasita dan mengatakan bahwa pendidikan adalah salah satu masalah terbesar di kawasan kamp-kamp di Bangladesh.

“Kami membuka sekolah kedelapan untuk anak-anak Rohingya dan kami merasa sangat senang,” tutur Özdal.

Menurut Ontario International Development Agency (OIDA), sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan keamanan negara Myanmar. Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar wanita dan anak-anak, melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan serangan keras terhadap komunitas Muslim minoritas.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai orang-orang yang paling teraniaya di dunia, tengah menghadapi ketakutan terhadap serangan pasukan keamanan Myanmar karena puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here