Lembaga Kemanusiaan Bulan Sabit Merah Turki (Türk Kızılay) Menandai Ulang Tahun Ke-152

0
62

BERITATURKI.COM, Ankara (12/06)

Badan Asosiasi Amal terkemuka milik Pemerintah Turki, yaitu Bulan Sabit Merah Turki (Türk Kızılay), kemarin (11 Juni 2020) menandai ulang tahun ke 152 sejak didirikan hampir 2 abad yang lalu.

Selama bertahun-tahun, ia telah memberikan bantuan bagi komunitas internasional dengan cara apa pun tanpa membeda-bedakan bahasa, agama atau ras (SARA), juga selalu di garda terdepan untuk membantu orang-orang yang menjadi korban bencana alam, konflik dan kemiskinan di seluruh dunia.

Türk Kızılay memberikan bantuan APD kepada warga Armenia dan beberapa perwakilan Gereja Kristen Armenia di kawasan Istanbul (Doc. Daily Sabah, 10 Mei 2020)

Badan Asosiasi Amal yang didirikan pada tahun 1868 ini pada awalnya merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat untuk Membantu Tentara Ottoman yang Terluka dan Sakit dalam berbagai persng yang diikuti bangsa Turki waktu itu, hari ini Türk Kızılay dipandang sebagai contoh untuk operasi bantuan kemanusiaannya baik di dalam maupun luar negeri.

Tidak cukup memandang hanya di Timur Tengah, Balkan, Afrika, Kaukasus atau Asia, Türk Kızılay menjadi telinga bagi rintihan kesakitan dan yang membutuhkan pertolongan dan bagi orang-orang tertindas dimanapun mereka berada, Kızılay menawarkan yang terbaik untuk membebaskan mereka dari penderitaan mereka. 

Sampai dengan hari ini, tercatat Türk Kızılay (Bulan Sabit Merah Turki) telah membantu di 138 negara dalam beberapa dekade terakhir, menjadikannya aktor internasional yang determinan dalam hal operasi bantuan.

Türk Kızılay membangun perumahan masyarakat korban Tsunami Aceh yang diberi nama “Perkampungan Bulan Sabit Merah Turki/ Türk Kızılay, di bekas perkampungan Romawi Timur (Ottoman) di Banda Aceh.

Diantara beberapa negara yang baru-baru ini meminta bantuan Türk Kızılay antara lain adalah; Yaman, Sudan, Suriah, Niger, Pakistan, Iran, Somalia, Afghanistan, Irak, Palestina dan Georgia. Termasuk pada gempa besar di Palu, Sulawesi Tengah pada Oktober 2018 lalu dan Tsunami Aceh Darussalam pada 26 Desember 2004 lalu, Lembaga Turk Kızılay adalah yang terdepan.

Menkeu Berat Albayrak (yang ketika gempa palu menjabat sebagai Menteri ESDM Turki) yang juga menantu Erdogan turun langsung membantu masyarakat Palu, Donggala Sulawesi Tengah. (Doc Turk Kızılay 18 Oct. 2018)

Bekerja sama dengan badan migrasi Turki (Türkiye Göç Idaresi), badan amal ini memainkan peran penting dalam kebijakan migrasi negara karena menyediakan berbagai macam bantuan, program kohesi sosial dan dukungan psikososial bagi orang-orang yang hidup di bawah perlindungan sementara di Turki (pencari suaka).

Selain itu, Lembaga Bulan Sabit Merah Turki ini juga memproduksi tenda untuk digunakan pada saat bencana, memungkinkan badan amal untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan, terutama yang diusir secara paksa di daerah yang dilanda konflik, termasuk Suriah utara.

Türk Kızılay memberikan bantuan untuk masyarakat Suriah Utara (doc; Anadolu Agency)

Dengan manajemen bencana dan sistem logistik yang telah didirikan di seluruh negeri, Bulan Sabit Merah Turki adalah salah satu badan pertama yang bertindak pada saat terjadi bencana alam seperti banjir dan gempa bumi.

Badan amal ini memiliki sembilan pusat logistik regional dan 23 yang tersebar di seluruh Turki dan juga mendirikan tenda dan menawarkan makanan melalui dapur keliling. Badan amal itu adalah organisasi nasional yang hanya mengandalkan sumbangan dan tidak mendapat bagian apa pun dari APBN.

Di atas kegiatan internasionalnya, Bulan Sabit Merah Turki tentu saja menanggapi kebutuhan warga Turki melalui sumbangan yang dikumpulkan oleh para dermawan dan banyak pusat lokalnya sementara rumah perawatan amal, asrama dan panti asuhan merangkul orang-orang miskin dari seluruh penjuru negeri.

Bagi kebanyakan orang Turki, Kızılay dikaitkan dengan donor darah ketika badan bantuan melakukan kampanye darah nasional, mengumpulkan darah di pusat-pusat sumbangan dan kendaraan bergerak yang kemudian ditransfer ke rumah sakit.

Dalam menanggulangi wabah virus corona di seluruh dunia telah menambahkan tugas lain ke rumah sakit karena sekarang mengumpulkan plasma dari pasien yang pulih dalam upaya untuk memastikan pemulihan pasien COVID-19 lainnya.

Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Bulan Sabit Merah Turki mengumpulkan 3.970 unit plasma dari orang-orang yang berhasil pulih dari penyakit tersebut. Unit-unit ini telah digunakan untuk pasien yang menerima pengobatan COVID-19. Otoritas kesehatan memuji pengobatan plasma sebagai cara yang efektif untuk mengatasi penyakit yang belum dikembangkan vaksinnya ini. HDN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here