Lembaga Bantuan Kemanusiaan Turki Jangkau 5 Benua di Tahun 2018

0
49
Foto Anews

Lembaga bantuan kemanusiaan negara Turki telah menjangkau 5 benua pada tahun 2018 untuk berbagi pengalaman dan persahabatannya dengan pendekatan yang berpusat pada aktivitas kemanusiaan. Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA) telah melakukan banyak proyek penting di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan peternakan dari Afrika hingga Amerika Latin, Balkan hingga Asia. TIKA juga memberikan bantuan kepada negara-negara dalam kegiatan produksi, infrastruktur, dan restorasi bagi masyarakat di negara-negara tersebut.

Bantuan di Afrika

TIKA merenovasi Masjid Ketchaoua  yang amat bersejarah di ibukota Aljir, Aljazair, dimana masjid tersebut telah berdiri sejak pemerintahan Ottoman pada abad ke-17 dan simbol kemerdekaan negara itu. TIKA juga menyediakan Kompleks Aysel dan Serif Findikkaya di kamp-kamp Dabaab, sebuah kota di timur laut Kenya, dengan peralatan lengkap.

Tak hanya itu, sebanyak 14 mahasiswa kedokteran pergi ke Kenya melalui Program Berbagi Pengalaman dengan melakukan pemeriksaan medis terhadap 2.000 anak. TIKA juga melengkapi sebuah panti asuhan di Afrika Barat yang menampung 216 remaja perempuan di Freetown, ibukota Sierra Leone.

Berbagai pelatihan, seperti pelatihan memasak, layanan dan latihan melakukan pekerjaan rumah tangga juga diselengarakan oleh TIKA untuk masyarakat anggota KTT Uni Afrika pada 1-2 Juli 2018 di Mauritania, Afrika barat laut.

Lembaga bantuan kemanusiaan itu pun turut mendistribusikan kursi roda untuk dua ratus orang cacat di negara Afrika Timur, Komoro, sementara 1.100 keluarga di Mauritania diberi bantuan makanan. Sebagai bagian dari proyek agensi, sebuah sumur air modern yang dibuka di Kamerun, sebuah negara di Afrika Tengah, memberikan air minum setidaknya bagi 1.000 orang penduduk disana.

TIKA juga membantu banyak keluarga di kota Ben Arous, Tunisia, negara Afrika Utara, ketika rumah dan toko mereka rusak akibat banjir. Masjid Al-Nejashi, makam Raja Abyssinian Ahmed Nejashi, dan 15 makam sahabat Nabi Muhammad di negara Ethiopia, Afrika Timur, turut menjadi target TIKA untuk direnovasi. Masjid As-Salam yang melayani minoritas Muslim di Santiago, ibukota Chili pun tak luput dari dukungan TIKA untuk diperbaharui.

Selain sejumlah bangunan bersejarah tersebut, TIKA juga merenovasi unit rumah sakit dan menata ulang lingkungan serta landscape sekolah seni Arte Fuego. TIKA juga memberikan panti jompo di Brasil dengan pekerjaan pemeliharaan dan peralatan, menyediakan peralatan medis untuk rumah sakit ibu dan anak di Venezuela, termasuk lima inkubator, dua tempat tidur dengan pemanas radiasi, dan dua unit fototerapi. Rumah Sakit Anak Dr. Ricardo Gutierrez di ibu kota Argentina Buenos Aires juga turut mendapat dukungan peralatan dari TIKA, sementara Paraguay menerima ambulan dan bantuan kursi roda.

Model Pengembangan Turki di Balkan

TIKA melakukan pekerjaan restorasi yang luas pada peninggalan Ottoman di Balkan serta melaksanakan proyek pengembangan dan bantuan. Salah satu proyek terbesarnya adalah restorasi Jembatan Sokullu Mehmet Pasha yang bersejarah di Bosnia dan Herzegovina. Pada tahun kesepuluh kemerdekaan Kosovo, Taman Kanak-Kanak Ardhmeria di wilayah Drenas, salah satu daerah yang paling rusak selama Perang Kosovo, direnovasi dan dioperasikan. TIKA juga merenovasi Sekolah Dasar Elena Gjika yang mendidik 1.800 siswa di ibukota Pristina, Kosovo.

TIKA Menjangkau Asia

TIKA turut  melatih orang-orang di negara Tajikistan di Asia Tengah untuk pengelasan. Di Filipina, klinik keliling operasional yang lengkap, digunakan dalam banyak perawatan medis termasuk operasi pembedahan, dikirim ke pihak berwenang untuk digunakan di wilayah Bangsamoro tempat tinggal Muslim Moro.

Sebagai bagian dari program kerjanya, di Kirgistan, aula sebuah pusat kebudayaan Turki-Kirgistan yang dinamai penulis Kirgizstan Aitmatov yang terkenal di dunia, direnovasi dan dibuka kembali. TIKA secara teratur membagikan makanan hangat kepada 25.000 orang di pusat distribusi Moynergona / Bagguna di negara bagian Rakhine utara Myanmar.

Tak cukup sampai disitu, sekitar 16 ton tanaman kunyit yang diproduksi secara lokal didistribusikan di antara empat puluh petani di Afghanistan. Para petani pun diberikan pelatihan. Di Uzbekistan, TIKA memberikan sebanyak 50 ambulan yang akan melayani 10 juta orang dalam setahun dan 20 kendaraan layanan bergerak.

Proyek di Timur Tengah

TIKA juga menjangkau kawasan Timur Tengah. Kota al-Khalil Palestina dekat pondok Nabi Ibrahim salah satunya. Disana terdapat dapur umum yang biasa difungsikan sebagai tempat untuk membuat sup. TIKA melakukan renovasi di tempat tersebut.

Selain renovasi tersebut, TIKA juga melakukan kampanye bantuan di Yaman dengan distribusi total 3.000 tas sekolah dengan perlengkapan sekolah di dalamnya. Ada juga fasilitas produksi bibit seluas 3.000 meter persegi (lebih dari 32.000 kaki persegi) didirikan di kota Jenin, Tepi Barat – wilayah terkaya Palestina dalam bidang lahan pertanian dan area hijau. (Yn)

Sumber: Anews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here