Lebih dari 200.000 Imigran Gelap Ditahan di Turki pada Tahun 2018

0
49
DOk. Hurriyet

Ankara. Berdasarkan pernyataan menteri dalam negeri Turki, Süleyman Soylu, pada hari Selasa, 15 Oktober, sebanyak 205.000 imigran gelap ditahan di Turki sepanjang tahun 2018. Ia mengatakan kepada wartawan di ibukota Ankara bahwa para imigran gelap tersebut kebanyakan berasal dari warga negara Afghanistan, Pakistan, Suriah dan Irak.

Soylu membuat pernyataan tersebut ketika ia menerima kunjungan delegasi Komisaris Uni Eropa untuk Migrasi, Urusan Dalam Negeri, dan Kewarganegaraan Dimitris Avramopoulos di kantornya. Ia mengatakan bahwa sebanyak 80.000 dari total imigran adalah warga Afghanistan. Jumlah tersebut bertambah sebanyak 45.000 sepanjang tahun 2017.

Mengacu pada pernyataan bahwa Turki menerapkan kebijakan migrasi yang sukses, Soylu mengatakan bahwa penahanan para migran yang menyeberang ke Yunani meningkat dari 10 menjadi 54 % selama lima tahun terakhir.

“Meskipun Turki mematuhi perjanjian 18 Maret dengan sungguh-sungguh, namun Yunani tidak menyadari tanggung jawabnya,” kata menteri.

Pada bulan Maret 2016, Uni Eropa dan Turki mencapai kesepakatan untuk menghentikan migrasi gelap melalui Laut Aegea, dan memperbaiki kondisi lebih dari 3 juta pengungsi Suriah di Turki.

Avramopoulos, Komisioner Eropa bidang Migrasi, mengatakan bahwa Turki menampung sekitar 3,5 juta warga Suriah dan ini hal tersebut sangat layak untuk dipuji. Ia pun menambahkan bahwa Uni Eropa akan terus mendukung Turki secara politik, operasional dan finansial dalam misi kemanusiaan yang sulit.(Yn)

Sumber: Hurriyet Daily News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here