Turki dan Belanda melanjutkan hubungan diplomatic

0
60

Turki dan Belanda telah sepakat untuk memulihkan hubungan yang tegang setelah pertikaian diplomatik tahun lalu.

Dalam pernyataan bersama pada hari Jumat (20/07), kedua negara menyatakan “kesiapan untuk normalisasi” dan melanjutkan hubungan diplomatik kedua negara secara penuh.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, dan perwakilan Belanda, Stef Blok, bertemu di sela-sela pertemuan puncak NATO di Brussels pekan lalu.

“Sejauh itu, para menteri sepakat untuk mengembalikan duta besar di Ankara dan Den Haag dalam waktu singkat,” ujarnya dalam pernyataan itu.

Menteri luar negeri Belanda juga mengatakan dalam sebuah surat kepada parlemen bahwa para duta besar untuk kedua pihak akan dipulihkan. Ia diperkirakan akan mengunjungi Turki akhir tahun ini. Perselisihan dimulai ketika Belanda memblokir Keluarga Menteri Turki, Fatma Betul Sayan Kayar, untuk memasuki konsulat Turki di Rotterdam pada Maret 2017 lalu.

Pemerintah Belanda juga menarik izin pendaratan untuk pesawat Cavusoglu, karena dua politisi Turki berusaha untuk berkampanye untuk ekspatriat Turki menjelang referendum konstitusi April 2017 Turki di Belanda.

Sebagai tanggapan, Turki memanggil utusan Belanda ke Ankara sebagai protes atas larangan tersebut, sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjanjikan pembalasan terhadap penerbangan diplomatik Belanda dan menyebut pemerintah Belanda merupakan bagian dari “sisa-sisa Nazi”.

Seperti diketahu bahwa Belanda merupakan rumah bagi sekitar 300.000 orang asal Turki.

Sumber: Aljazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here