Lagi, Turki Berhasil Uji Coba Rudal Maritim Perdana.

0
158

Rudal laut “Atmaca” yang diproduksi di dalam negeri Turki ini diperkirakan akan memasuki inventori senjata Angkatan Bersenjata (Turkey’s Armour) Nasional dalam tahun ini.

BERITATURKI.COM, Ankara| Rudal maritim yang diproduksi secara “Pribumi” pertama di Turki melewati peluncuran uji jarak jauh terbaru dipenuhi dengan berbagai warna-warni ledakan ketika diluncurkan perdana, kata pejabat industri pertahanan negara itu, Sabtu kemarin (04/07).

Rudal Atmaca namanya, Kepala Badan Industri Pertahanan Nasional Turki (SSB) Ismail Demir mengatakan “Atmaja melakukan fungsinya dengan sempurna, rudal itu berhasil mengenai target sejauh lebih dari 200 kilometer dan siap memasuki inventori senjata [Angkatan Bersenjata Turki” katanya di akun resmi Twitter miliknya.

Demir juga membagikan rekaman tes uji tembak peluru kendali khusus maritim itu.

Kepala Badan Industri Pertanahan (SSB) Turki Ismail Demir Memposting video peluncuran Rudal terbaru Turki bernama “ATMACA”

Dibuat oleh produser rudal Roketsan, Atmaca diperkirakan akan memasuki inventaris militer Turki sebelum akhir tahun, menggantikan Harpoon buatan AS.

Selain Demir, Selçuk Bayraktar sebagai Ketua tim teknik dari Roketsan yang juga menantu Erdogan ini melalui #repost postingan Demir juga mengucapkan selamat dan menyampaikan apresiasi terhadap peluncuran roket pertama khusus maritim tersebut.

Ia berharap program Presiden Erdoğan yang ingin membebaskan Turki untuk merdeka secara pertahanan dan teknologi dengan program yang dikenal dengan nama #MilliTeknolojiHamlesi atau Pergerakan Teknologi Progressif Nasional itu bisa berjalan dengan sukses sebagaimana mimpi Mantan PM Turki peletak dasar pergerakan tersebut yaitu Professor Necmettin Erbakan.

Menurut Roketsan, Atmaca adalah rudal anti-kapal serang dengan presisi tinggi, jarak jauh, permukaan-ke-permukaan, yang dapat diintegrasikan dengan kapal patroli, fregat, dan korvet.

Ia menawarkan jangkauan lebih dari 200 km (124 mil), yang merupakan ancaman bagi target yang jauh di luar jangkauan visual.

Ini juga menyediakan pembaruan target, serangan ulang, dan kemampuan membatalkan misi melalui tautan data modern.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Turki merupakan sebuah negara maritim dimana ia merupakan sebuah negara “pembatas” yang membelah dua laut besar di dunia yaitu laut hitam (Black Sea) dan laut putih (Mediterania atau Akdeniz dalam bahasa Turki-nya).

Selain berbatasan laut dengan banyak negara Turki juga berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga mereka yang rentan perang seperti Irak, Suriah, Iran dan juga Rusia. Hal ini menuntut Turki untuk meningkatkan Sistem Pertahanan (Alutsista) mereka.

Baru-baru ini, di Libya Turki berhasil memainkan peran kunci mereka untuk mengendalikan perang darat dan udara dimana Pemerintah Sah Libya (GNA) berhasil mengalahkan blok Khalifah Haftar (LNA) dengan memanfaatkan drone tanpa awak dalam perang paling berbahaya di utara Afrika ini yang digadang sebagai proxy terbaru setelah Suriah.AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here