Lagi, Lembaga Turki Bantu Orang-orang di Swiss di tengah Pandemi.

0
21

Lembaga Untuk Kekerabatan dan Diaspora Turki di LN (YTB) memberikan bantuan paket Ramadhan kepada kepada orang-orang yang membutuhkan, bantuan disalurkan melalui Diaspora Turki di Luar Negeri dan Komunitas Terkait, kelompok-kelompok masyarakat sipil.

BERITATURKI.COM, ANKARA (11/05)

Sebuah badan negara Turki dan kelompok masyarakat sipil Turki di Swiss mendistribusikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan, termasuk orang tua, karena dunia sedang bergulat dengan virus corona baru.

Dalam sebuah pernyataan, Kepresidenan Turki untuk Diaspora Turki di Luar Negeri dan Komunitas Kekerabatan Turki untuk Negara Sahabat (YTB) mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan cabang Uni Demokrat Internasional (UID) Swiss sebagai bagian dari Program Dukungan dan Koordinasi Diaspora COVID-19 untuk membantu orang yang membutuhkan. dengan mendistribusikan paket bantuan yang berisi makanan dan produk perawatan pribadi.

Dengan program ini, diluncurkan oleh YTB, warga Turki yang tinggal di luar negeri dan organisasi non-pemerintah Turki membantu orang yang membutuhkan.

Asosiasi memproduksi topeng dan gaun pelindung di bengkel yang mereka dirikan dengan dukungan YTB, menurut pernyataan itu.

Roda gigi pelindung yang dihasilkan disumbangkan ke rumah sakit dan rumah perawatan di wilayah tersebut.

Juga, selama bulan suci Ramadhan, paket makanan didistribusikan kepada orang tua dan keluarga yang membutuhkan karena pandemi.

Di bawah program ini, petugas kesehatan juga mendapat kunjungan rutin dan diberi hadiah untuk menjaga moral mereka tetap tinggi, pernyataan itu menambahkan.

Swiss saat ini memiliki 30.305 kasus yang dikonfirmasi, dan jumlah kematian mencapai 1.833.

Setelah berasal dari China Desember lalu, COVID-19 telah menyebar ke setidaknya 187 negara dan wilayah. Eropa dan AS saat ini merupakan wilayah yang paling parah dilanda.

Pandemi telah membunuh lebih dari 283.000 di seluruh dunia, dengan total infeksi melebihi 4,12 juta, sementara pemulihan melebihi 1,42 juta, menurut angka yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins AS. (Source; aa.com.tr/nazli.yuzbaşıoğlu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here