Kunjungi Turki, Yusuf Islam Berbicara Tentang “Peran yang Hilang” dalam Pendidikan

0
102

Istanbul. Yusuf Islam, penyanyi sekaligus penulis lagu dan filantropis Inggris populer, berada di Istanbul kemarin, Kamis, 29 November 2018, untuk serangkaian kunjungan. Ia bertemu siswa di sekolah NUN, yang berada di kota di mana ia berbicara tentang pendidikan. Yusuf juga menghadiri KTT Halal Dunia dan mengangkat isu hilangnya peran umat Islam di dunia.

Memeluk Islam pada tahun 1977, Yusuf yang sebelumnya dikenal sebagai Cat Stevens, bertemu dengan para siswa dan guru di NUN untuk sesi tanya jawab terkait kehidupannya, musik, dan kegiatannya sebagai pendiri Islamia School di London. Berbicara tentang pendidikan, Yusuf mengatakan bahwa tidak boleh ada pendekatan “mekanis” terhadap pendidikan dan para siswa harus dididik terlebih dahulu tentang bagaimana cara mengatasi kehidupan. Ia menambahkan bahwa siswa harus aktif di setiap tahap pendidikan. Yusuf juga mengungkapkan bahwa kunci sukses dalam pendidikan adalah untuk membuat siswa merasa senang bersekolah.

Pada saat keyakinannya beralih pada Islam, penyanyi itu mengatakan bahwa hidupnya telah mengambil jalan yang berbeda setelah ia bertaubat dan memilih untuk menjadi orang yang baik daripada menjadi selebriti. Ia juga berbicara tentang karir menulisnya dan mengatakan bahwa ia tidak menulis untuk membeberkan rahasia atau memberikan resep kebahagiaan, namun ia berusaha untuk berbagi pengalamannya dalam perjalanan hidup.

Saat momen kembalinya Yusuf berkarya di tahun 2000-an setelah berhenti dari karir musik, Yusuf mengatakan bahwa ia merasa terinspirasi lagi saat memutuskan untuk melanjutkan karir menyanyi dan menulis lagu. Ia mengatakan bahwa musik itu universal dan dapat memberikan banyak pesan kepada pendengar. Ia menyadari hal itu baik untuk jiwanya, untuk bertemu orang-orang dari budaya yang berbeda saat menghadiri konsernya.

Pada proyek-proyeknya di masa depan, penyanyi itu mengatakan bahwa ia ingin membuat film animasi untuk anak-anak dan merencanakan buku dan album baru. Dilansir dari Daily Sabah, Yusuf mengatakan dalam acara KTT Halal Dunia 2018 bahwa sulit untuk menemukan negara Muslim yang memproduksi pesawat terbang, mobil, atau televisi sendiri.

“Umat Muslim telah kehilangan peran yang seharusnya, sebagaimana pesan di dalam guru yang sangat menakjubkan [Al-Quran],” tambahnya.

Ia mengatakan bahwa negara-negara Muslim didominasi oleh pemikiran yang asing bagi filsafat Islam.

“Saat ini begitu banyak sekolah yang mengajarkan hal-hal brilian, teknologi, namun dimanakah Tuhan, dimanakah Allah?” Yusuf menuturkan.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here