Kuliah di Turki, Calon Mahasiswa Ikuti Pembekalan

0
232

Jakarta. Sebanyak lebih dari 300 peserta yang terdiri dari calon mahasiswa dan orang tua calon mahasiswa mengikuti acara pembekalan kuliah di Turki. Acara tersebut diselenggarakan oleh Biru Marmara Edukasi pada Sabtu (15/09) kemarin di Gedung Hasyim Asjarie, Universitas Negeri Jakarta.

Calon mahasiswa merupakan pendaftar yang lolos seleksi di Universitas Kastamonu, Universitas Sakarya, Universitas Bandırma, Universitas Dumlupınar,  Universitas Istanbul, dan Universitas Uludağ. Mereka akan berangkat pada tanggal 22 September 2018 untuk melakukan persiapan awal kuliah di Turki.

“Tahun ini adalah tahun keempat, sekitar 500 orang lebih yang sudah kita berangkatkan untuk kuliah di Turki. Tahun ini sebanyak 360 pelajar yang lolos seleksi,” ujar Direktur PT. Biru Marmara Group, Doddy Hidayat Putra.

Acara tersebut dihadiri pula oleh ketua Haryat Turki Cabang Indonesia, Cemal Sahin. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa sesampainya di Turki, mahasiswa akan langsung dijemput di bandara dan ditempatkan di asrama tempat tinggal yang telah disewa sesuai dengan lokasi kampus.

“Asrama Hayrat ada di berbagai daerah di Turki, baik kota kecil maupun kota besar,” tutur Sahin.

Ia menambahkan bahwa biaya asrama Hayrat sekitar satu juta rupiah per bulan. Biaya tersebut meliputi makan, minum serta fasilitas mewah lainnya.  Sahin juga mengungkapkan bahwa Hayrat akan memberikan beasiswa selama murid tersebut berpegang teguh dengan Islam dan semangat berdakwah.

Turut hadir Gesta F. Nurbiansyah, Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki, yang memberikan gambaran seputar kehidupan mahasiswa Indonesia yang belajar di Turki.

Ia mengungkapkan bahwa besar harapan kepada calon mahasiswa Indonesia yang akan kuliah di Turki untuk dapat berkontribusi aktif dalam kegiatan PPI Turki.

Sementara itu Edi Wibowo, pemilik usaha Roti Bakar Eddy yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan rasa bahagia karena putranya akan kuliah di Jurusan Administrasi Bisnis di Bandirma University.

“Saya tidak perlu merasa khawatir meski anak saya melanjutkan studi di luar negeri, sebagai orang tua saya tidak akan berhenti untuk berdoa bagi kelancaran proses studi anak saya,” ungkapnya.

Selain itu, Edi berpendapat bahwa saat ini pemerintah Turki sangat baik dalam memperbaiki kehidupan masyarakatnya, terutama dalam kehidupan agama Islam yang  berusaha diterapkan secara utuh sebagaimana pernah terjadi di masa kejayaan Turki Utsmani.

Edi juga berharap Indonesia kelak bisa memiliki pemimpin yang mampu melakukan hal serupa. Ia mengungkapkan bahwa hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa anaknya belajar di Turki, negara yang pernah pernah berpengaruh di dunia itu.

Biru Marmara Edukasi merupakan sebuah PT yang membuka peluang dan memfasilitasi para pelajar Indonesia yang ingin kuliah di Turki, baik itu untuk tingkat Sarjana, Master, maupun Doktoral dengan brand “Kuliah di Turki”.

Hingga saat ini Biru Marmara memiliki kerjasama dengan berbagai kampus negeri yang ada di Turki, yaitu Universitas Uludag, Universitas Sakarya, Universitas Selcuk, Universitas Kastamonu, Universitas Bandirma, Universitas Kirklareri, Universitas Dumplupinar, Universitas Canakkale, Universitas Istanbul dan Universitas Sulaiman Damirel. (Yn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here