Koridor Kemanusiaan Dibuka di Mariupol Ukraina atas Permintaan Presiden Erdogan

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Ankara meminta dukungan penuh pada evakuasi warga sipil, warga negara asing.

BERITATURKI.COM, Moskow (Rusia) – Moskow memutuskan untuk membuka koridor kemanusiaan lain di kota Mariupol Ukraina untuk mengevakuasi warga sipil dan warga negara asing atas permintaan presiden Turkiye, kata Kementerian Pertahanan Rusia pada Sabtu malam (02/04/2022).

Moskow akan memberikan bantuan penuh dalam evakuasi warga sipil dan warga asing sesuai dengan permintaan Recep Tayyip Erdogan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, kata kementerian itu.

Pernyataan itu mengatakan pada 3 April pukul 00:00 waktu Moskow, koridor kemanusiaan dari Mariupol ke Berdyansk dibuka dan kepatuhan ketat dengan “rezim diam” di jalan pergerakan dijamin. Rezim keheningan adalah sebutan yang diberikan kepada gencatan senjata untuk jangka waktu tertentu di daerah tertentu untuk mengevakuasi warga sipil.

Warga negara asing dapat melakukan perjalanan dari Berdyansk ke daerah-daerah yang dikendalikan oleh Ukraina atau ke Krimea yang dikuasai Rusia, katanya.

Pernyataan itu mencatat bahwa koridor sisi Ukraina juga akan diterapkan jika “rezim diam” dipatuhi dengan ketat, dan pemerintah Kyiv meminta untuk mengkonfirmasi secara tertulis bahwa mereka siap untuk evakuasi pada pukul 3 pagi waktu Moskow.

Dikatakan Kyiv harus mengirimkan pernyataan tertulis bahwa mereka akan mematuhi “rezim diam” ke pihak Rusia dan Turki, serta ke Organisasi Palang Merah Internasional dan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).

Perang Rusia melawan Ukraina, yang dimulai 24 Februari, telah menimbulkan kemarahan internasional, dengan Uni Eropa, AS, dan Inggris, antara lain, menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.

Setidaknya 1.325 warga sipil telah tewas di Ukraina dan 2.017 terluka, menurut perkiraan PBB, dengan angka sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi.

Lebih dari 4,1 juta warga Ukraina juga telah melarikan diri ke negara lain, dengan jutaan lainnya mengungsi, menurut badan pengungsi PBB.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here