Korban Tsunami Banten dan Lampung Bertambah

0
33
Foto Anadolu Agency

Jakarta. Korban tewas akibat tsunami yang melanda Selat Sunda di Indonesia pada Sabtu malam (22/12/2018) telah meningkat menjadi 222 orang, berdasarkan keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara BNPB, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Minggu (23/12/2018) pukul 16.00 WIB, tercatat 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang akibat tsunami yang dipicu oleh letusan Gunung Anak Krakatau.

Nugroho mengatakan bahwa 28 orang masih hilang, dan total 556 rumah dan bangunan lainnya banyak yang rusak usai terjangan tsunami yang sebagian besar melanda daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang. Dalam pernyataan sebelumnya, Nugroho mengatakan bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan masih bertambah karena belum semua daerah yang terkena dampak melaporkan data akhir yang valid.

“Daerah yang terkena dampak adalah pemukiman penduduk dan daerah wisata di sepanjang pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Panimbang dan Carita. Pada saat kejadian, banyak wisatawan mengunjungi pantai di sepanjang Pandeglang dalam rangka liburan,” jelas pernyataan itu.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tsunami bisa saja dipicu oleh tanah longsor di bawah laut setelah letusan Anak Krakatau. BMKG juga mengatakan bahwa tsunami melanda lokasi sekitar pantai Anyer dan Carita sekitar 24 menit setelah letusan gunung berapi. Tim darurat dikirim ke daerah yang dilanda bencana sementara alat berat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan perbaika, kata Nugroho.

Indonesia terletak di dalam “Cincin Api” Samudra Pasifik, di mana lempeng tektonik cukup intens bertabrakan dan sering menyebabkan aktivitas seismik serta vulkanik. September lalu, gempa berkekuatan 7,4 SR melanda Pulau Sulawesi, yang memicu tsunami di kabupaten Donggala dan Palu yang menjulang setinggi 10 kaki (3 meter), dan menewaskan lebih dari 2.000 orang. Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bumi berkekuatan 9,1 SR melanda pantai timur Sumatra dan memicu tsunami yang menewaskan sekitar 230.000 orang di 4 negara, yaitu Sri Lanka, India, Malaysia, Indonesia, dan Thailand.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here