Konvensi Montreux : Perjanjian Penggunaan Selat di Turki

0
133

BERITATURKI.COM, Istanbul –  Konvensi Montreux merupakan sebuah perjanjian internasional yang ditandatangani pada tahun 1936 di kota Montreux, Swiss. Perjanjian internasional ini mengatur perizinan untuk mengontrol kapal perang dan kapal sipil yang melewati selat Dardanella dan selat Bosphorus yang berada di laut Marmara Turki. Konvensi ini juga memberi kendali penuh kepada Turki untuk mengontrol dua selat tersebut dan diwaktu yang sama juga menjamin kebebasan kepada kapal sipil untuk melewatinya. Konvensi Montreux merupakan pergantian dari salah satu bagian Perjanjian Lausane yang ditantangani di kota Lausane, Swiss pada tahun 1923 antara Turki dan Kerajaan Inggris beserta sekutunya pasca perang kemerdekaan Turki melawan usaha penjajahan Inggris beserta sekutunya.

Bagian Perjanjian Lausane yang diganti tersebut merupakan perjanjian yang mengatur sepenuhnya mengenai penggunaan selat Dardanella dan selat Bosphorus. Perjanjian ini malah melarang pasukan militer Turki mendekati kawasan dua selat tersebut. Karena sangat merugikan pihak Turki, pada tahun 1936 Republik Turki mengajukan pergantian salah satu bagian Perjanjian Lausane yang mengatur penggunaan dua selat milik Turki. Pada tahun yang sama Kerajaan Inggris mengabulkan pengajuan ini, sehingga pada tanggal 22 Juli 1936 dibuatlah pertemuan baru di kota Montreux, Swiss. Pertermuan ini diikuti oleh negara Bulgaria, Prancis, Inggris Raya, Australia, Yunani, Jepang, Rumania, Uni Soviet, Yugoslavia dan Turki. Setelah dilakukan perundingan selama dua bulan akhirnya ditanda tanganilah sebuah perjanjian baru yang dikenal dengan nama Konvensi Montreux pada tanggal 20 Juli 1936. Perjanjian baru ini menghapus beberapa aturan yang merugikan pihak Turki serta memberikan kendali penuh kepada Turki untuk mengontrol dua selat tersebut.

Selat Dardanella dan Selat Bosphorus

Isi Konvensi Montreux adalah pasal-pasal yang mengatur aturan penggunaan kedua selat selat Dardanella dan selat Bosphorus baik oleh kapal perang maupun kapal sipil. Dintinjau dari keadaan dan situasi, aturan penggunaan selat dibagi kedua bagian, diantaranya bagian ketika damai dan bagian ketika perang. Ketika masa damai semua kapal sipil dari semua Negara boleh melewati 2 selat ini secara gratis baik pada siang hari maupun pada malam hari. Dan sedangkan kapal perang wajib memberikan informasi kepada Turki untuk meminta perizinan lewat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh pihak Turki. Aturan ini juga membatasi berat maksimal kapal perang yang akan melewati selat tersebut. Pada masa damai aturan ini juga mengatur jadwal siang dan malam. Selain itu aturan ini juga membedakan antara kapal perang dari negara yang berada di bibir laut hitam dan negara yang bukan, seperti jumlah kapal yang lewat dan waktu yang digunakan untuk melewati kedua selat tersebut.   

Ketika perang terjadi, ada beberapa aturan perjanjian yang berubah. Misalkan Bila Turki tidak terlibat pada suatu peperangan, maka semua kapal perang maupun kapal sipil boleh melewati dua selat ini seperti biasa. Bila Turki terlibat pada suatu peperangan, maka Turki berhak memberikan izin lewat kepada kapal sipil dan kapal perang dengan syarat tidak membantu pihak lawan. Dan pada keadaan ini Turki berhak memberikan keputusan apa saja terkait perizinan lewat kapal perang lainnya. Selain bertujuan membantu negara yang berkerjasa sama dengan Turki dan membantu negara yang menjadi korban penyerangan, semua negara yang sedang berperang dillarang melewati dua selat ini. Kapal perang juga diizinkan lewat bila bertujuan untuk kembali kepangkalannya.  

Konvensi Montreux bisa dibilang bukanlah sebuah aturan yang merugikan pihak Turki bila ditinjau dari hak kuasa terhadap selat Dardanella dan selat Bosphorus yang menghubungkan laut Hitam dan laut Aegea tersebut. Sebab pemerintah Turki memiliki kuasa penuh atas kontrol baik untuk kapal perang maupun kapal sipil. Kerugian pihak Turki hanya bisa kita lihat dari sisi ekonominya. Sebab baik kapal perang maupun kapal sipil, semuanya bisa melewati dua selat tersebut secara gratis. Bila ditinjau dari fungsinya, selat Dardanella dan selat Bosphorus merupakan sebuah salah satu selat terpenting dan selat yang sangat berpengaruh untuk perekonomian dunia. Dan Konvensi Montreux menyebabkan hilangnya peran Turki untuk menerima hasil dari pemamfaatan dua selat ini. Kita tidak bisa membayangkan berapa pendapatan negara Turki perhari bila aturan ini tidak berlaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here