Kisah Kyra ‘Bocah 10 Tahun asal Ukraina Kembali Memulai Hidup Baru di Turki’

BERITATURKI.COM, Samsun – Seorang anak gadis Ukraina korban konflik yang bernama Kyra yang tinggal bersama ibunya di Zaporizhia Ukraina, membuat sebuah postingan di media sosialnya dengan tulisan “Seandainya saya berada di Turki”. Seorang wanita Turki bernama Fatma Öztürk melihat postingan tersebut kemudian mengundang Kyra dan ibunya Natalia Laptieva ke Turki pada tanggal 17 April. Disinilah Kyra dan ibunya memulai kehidupan baru.

Meskipun hati Kyra dan ibunya masih sedih karena negaranya dilanda peperangan, namun setelah menjadi tamu di keluarga Öztürk di distrik Atakum, Provinsi Samsun, mereka berusaha melupakan kenangan buruk mengenai peperangan.

Fatma Öztürk saat ini masih berkomunikasi dengan Kyra dan ibunya melalui aplikasi terjemahan di ponselnya. Walaupun demikian, keakraban Kyra pun mulai terlihat dengan putranya Uygar Öztürk yang masih berusia 4 tahun.

Hal yang membuat keluarga Öztürk dan ibu Kyra menjadi bahagia yaitu ketika mereka melihat Kyra kembali melukis gambar. Sebagaimana, Kyra merupakan gadis kecil yang memenangkan penghargaan di ajang lomba melukis di negaranya dan ia pernah berhenti melukis setelah perang dimulai.

Fatma Öztürk, yang membuka rumahnya untuk Kyra dan ibunya yang merupakan korban perang, mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa ia berusaha untuk menunjukkan keramahan orang Turki kepada Kyra dan ibunya Natalia.

Sambil mengekspresikan bahwa ibu dan anak itu perlahan mulai bisa beradaptasi dengan kehidupan yang normal, Öztürk berkata, “Mereka sempat lupa akan normalitas kehidupan seperti berjalan di pantai, berlari, bersepeda, skateboard, bersepatu roda dan lain-lain. Awalnya mereka tidak bisa beradaptasi. Kemudian mereka melihat tidak ada perang di sini, dan kemudian mereka mulai menyadari akan ada kehidupan normal di sini. Kemudian mereka mulai menjalani hidup normal disini.”

Sambil mengatakan bahwa ia tidak ingin Kyra dan ibunya Natalia menjadi sedih, Öztürk berkata:

“Mengingat perang di Ukraina membuat mereka sangat sedih. Saya mencoba mengalihkan perhatian mereka dan membuat mereka bahagia. Ini memang sangat menyakitkan. Sangat buruk menjadi tunawisma, tanpa kewarganegaraan, dan tanpa negara. Saya harap semuanya akan baik-baik saja akan normal sesegera mungkin. Saat ini mereka berhasil kembali ke kehidupan mereka. Kyra pernah menjadi sangat sedih dan ia melemparkan segalanya. Natalia juga tidak menunjukkannya kepada kami akan kesedihannya. Mereka mulai beradaptasi dengan kami disini.”

Saat menyatakan bahwa Kyra masih takut ketika dia mendengar suara ambulans, Öztürk mengatakan bahwa ia yakin mereka akan segera hidup normal.

Öztürk menyatakan bahwa Kyra sangat berbakat dan Kyra sangat senang bisa mulai melukis lagi. Öztürk berkata: “Kami dapat membantunya mengembangkan bakatnya. Kami dapat memberikan pelatihan teknis dari seorang pelukis yang baik. Saya ingin ia bisa menghemat uang untuk ia gunakan di masa depan nanti. Harapan saya yaitu semoga Natalia dan Kyra kembali ke kehidupan normal, dan dapat melupakan apa yang pernah mereka alami. Saya sama sekali tidak membicarakan perang dengan mereka. Karena mereka pasti akan menangis.”

Fatma Öztürk menambahkan bahwa putranya dan Kyra akan menghadiri perayaan Hari Anak dan Kedaulatan Nasional 23 April besok.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here