Kisah Inspiratif Zayyar, Perjuangan Hidup Mandiri Hingga Lolos Ujian Masuk Süleyman Demirel University

0
405
Muh. Zayyar Al Mubaroq, Mahasiswa Asal Brebes yang Lolos Ujian Masuk Süleyman Demirel University Melalui Biru Marmara Edukasi

BERITATURKI.COM, Isparta – Istilah “Man Jadda Wajada” mungkin menjadi salah satu petuah yang layak disematkan pada kisah perjuangan Muhammad Zayyar Al Mubaroq, remaja kelahiran Brebes, 21 Desember 1996, yang tahun lalu diterima  di jurusan Manajemen Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Administrasi, Süleyman Demirel University, melalui “Kuliah di Turki” Biru Marmara Edukasi.

Zayyar, sapaan akrabnya, kini tengah menempuh Kelas Bahasa Turki, Tömer, di kota Isparta. Ia mengaku termotivasi dengan salah satu hadits Rasul: “Carilah ilmu meskipun di negeri Cina, karena mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim”.

“Saya tertarik dengan Turki karena sejarah ke-Islamannya, yaitu kekhalifahan terakhir, Turki Utsmani (Ottoman), dan banyak sejarah-sejarah lainnya,” tambah Zayyar.

“Motivasi lainnya karena Turki adalah negeri dua benua, Eropa dan Asia. Disini saya banyak sekali belajar tentang kultur atau budaya masyarakat Turki. Universitas-universitas di Turki juga sudah banyak yang mengadopsi perjanjian Bologna, yakni gelar dan program pendidikannya sesuai dengan standar di seluruh Eropa, İnsyaAllah jika sudah lulus, bisa lebih mudah melanjutkan [pendidikan] ke negara-negara lain di Eropa,” kata Zayyar.

Lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2015, Zayyar menceritakan bahwa dirinya memiliki tekad yang besar untuk melanjutkan kuliah, khususnya di kampus luar negeri. Kepada beritaturki.com, Zayyar mengaku sempat mendaftar ke beberapa kampus negeri di Indonesia, namun kesempatan untuk diterima belum berpihak padanya. Tak ingin membebani orang tua, Zayyar pun berusaha mencari pekerjaan dan mengumpulkan uang. Mengulang pelajaran SMA pun ia lakukan, khususnya pelajaran Matematika.

“Saya ingin sekali kuliah, saya sudah mendaftar di beberapa universitas negeri di Indonesia, namun belum beruntung. Saya juga memiliki impian untuk kuliah keluar negeri,” tutur Zayyar.

“Saya berinisiatif untuk mencari pekerjaan, sekitar 2 tahun bekerja, uangnya saya tabung. Karena keinginan untuk berkuliah sangat kuat, sambil bekerja saya juga tak ketinggalan mencari banyak info tentang Turki dan cara agar saya bisa kuliah di Turki,” tambahnya.

“Saya pun mengulang pelajaran-pelajaran saat di SMA dulu, terutama pelajaran Matematika. Dan yang juga penting ialah motto ‘DUIT’, do’a, usaha, ikhtiar, dan tawakal”,

“Hal paling utama lainnya adalah restu dari orang tua. Restu orangtua, restunya Allah SWT. Segala apa yang kita lakukan baiknya menyampaikan, meminta izin dan do’a kepada orang tua.

Intinya jangan pernah putus asa. Sering kita mendengar usaha tidak akan mengkhianati hasil, dan alhamdulillah memang benar,” pungkas Zayyar.

Soal cita-cita, Zayyar mengatakan bahwa ia ingin menjadi bagian yang kelak mampu meningkatkan sektor pariwisata di Indonesia agar menjadi tujuan pariwisata favorit dunia. Zayyar yang juga hobi travelling ini berharap kelak bisa mendirikan perusahaan di sektor pariwisata.

“Saya juga punya cita-cita untuk keliling dunia dan dapat membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya untuk masyarakat Indonesia,” kata Zayyar sambil menggarisbawahi bahwa dirinya sudah terbiasa mencari uang sendiri, hidup mandiri, dan berjuang untuk tidak membebani orang tua dengan mengambil kuliah kelas malam di Süleyman Demirel University.

Ditanya tentang rencananya setelah lulus program Tömer dan mulai menjalani perkuliahan, Zayyar mengungkapkan bahwa ia ingin mengikuti program pertukaran pelajar, bahkan rencana itu telah ia niatkan jauh sebelum menginjakkan kaki di Turki. Mengaku sangat suka berorganisasi, Zayyar juga bercerita bahwa selama SMA ia telah aktif bergabung di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

“Ternyata manfaat berorganisasi itu luar biasa, kita akan mendapatkan dampak yang sangat positif, salah satunya kita lebih mudah bersosialisasi dengan banyak orang. Maka dari itu saya mengajak adik-adik yang masih sekolah di Sekolah Dasar [SD], Sekolah Menengah Pertama [SMP], maupun SMA, agar aktif dan giat dalam aktivitas keorganisasian,” jelas Zayyar yang memiliki tekad untuk berbakti pada nusa dan bangsa.

Turut aktif dalam agenda Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Isparta, Zayyar juga banyak mengisi waktu luang dengan belajar editing video dan foto, serta content creator.

“Kebetulan PPI Isparta baru dibentuk dan sedang banyak kegiatan di PPI, jadi saya tak mau ketinggalan mengambil kesempatan. Alhamdulillah dapat amanah di divisi media PPI Isparta,” katanya.

Süleyman Demirel University (SDU) adalah salah satu universitas negeri terkemuka di Turki yang berlokasi di Kota Bunga Mawar, Isparta. Universitas ini didirikan pada 11 Juli 1992 dan awalnya merupakan sebuah akademi bernama “Isparta State Engineering and Architecture Academy” yang didirikan pada tahun 1976 dengan fakultas Teknik dan Arsitek sebagai fakultas pertamanya. SDU juga terkenal dalam program Riset Pertanian, Kedokteran, Teknik dan Ilmu Bisnis.

Kini “Kuliah di Turki” Biru Marmara Edukasi membuka pendaftaran ujian masuk SDU sampai dengan Senin, 7 April 2019. Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan disini.

Ujian masuk SDU akan dilaksanakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, pada hari Sabtu, 20 April 2019. Materi ujian masuk SDU (SDÜYÖS) terdiri dari 80 soal pilihan ganda (60 soal matematika dan geometri, serta 20 tes IQ/Tes Potensial Akademik). Adapun video profil kampus yang memiliki berbagai fakultas dengan standar akademik Eropa namun dengan biaya terjangkau karena subsidi dari pemerintah Turki ini dapat Anda lihat disini.

Informasi lebih lanjut hubungi Customer Service  0812-1869-3266 (http://bit.ly/cskuliahditurki). Follow juga instagram @kuliahditurki_id untuk informasi menarik lainnya.(Yn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here