[Kisah Inspiratif] Mimpi Menuju Ibu Kota Dunia

0
866
Foto Muhammad Farrel di Depan Masjid Ortakoy di tepi selat Bosphorus-IStanbul, 2021

BERITATURKI,COM, Istanbul- [Berbagi pengalaman sukses memenangkan ujian masuk Istanbul University bersama Kak Farrel]

Merhaba Arkadaşlar!

Perkenalkan nama saya Muhammad Farrel Ramsyah Kurnia, saat ini saya sedang menempuh pendidikan S1 Jurusan Ekonomi di Istanbul University salah satu kampus tertua di Turki yang didirikan pada tahun 1453 oleh Muhammad Al Fatih bertepatan dengan tahun penaklukan Konstantinopel. Kisah seorang pemimpi yang hanya bermodal tekad dan nekat. Saya harap kisah ini bisa menjadi dorongan untuk teman-teman agar berani bermimpi. Selamat menikmati kisah saya..

SMA NEGERI 1 CIKARANG SELATAN, almamater tercinta. Semasa SMA bisa dibilang sebagai siswa biasa, bukan bintang sekolah yang langganan juara kelas setiap semester. Sadar akan hal itu saya memilih aktif dibeberapa kegiatan sekolah yang lain. Salah satunya memimpin kegiatan PMR selama satu periode. Mulai dari sini lah saya belajar banyak hal tentang leadership. Tidak hanya itu, di periode berikutnya saya diamanahkan untuk memimpin angkatan saya. Kerjasama, komunikasi, dan tanggung jawab dapat benar-benar saya rasakan bersama Eteriousteen. Saya sangat bersyukur karena bisa mendapatkan pengalaman itu yang pada akhirnya membentuk diri saya sampai hari ini.

Tidak berhenti sampai disitu saya pun belajar untuk memulai bisnis. Saya berjualan seblak instan,  makaroni kering dan roti. Mulai dari kelas ke kelas saya mempromosikan dagangan, setiap hari membawa termos panas dan tote bag berisikan seblak dan makaroni. Dari hal kecil ini saya belajar untuk menghargai setiap usaha dan juga melatih mental saya untuk menghadapi banyak orang. Mungkin keuntungan finansialnya tidak seberapa, tapi bukankah keberhasilan tidak hanya diukur oleh besarnya materi?

10 Agustus 2019, adalah titik awal saya memutuskan untuk melanjutkan studi saya di luar negeri. Setelah saya mengikuti seminar Diaspora RI yang diadakan di Jakarta saya menemukan banyak sekali pemikiran-pemikiran baru. Mereka yang pergi untuk mencari ilmu atau pun mencari peluang usaha ke luar negeri memiliki visi yang besar untuk Indonesia. Ketika saya bertemu dengan senior-senior Diaspora Indonesia seperti Pak Dino Patti Djalal, Pak Anies Baswedan, dan Pak Iwan Sunito. Paparan visi dan misi mengenai Indonesia Maju 2045 yang beliau sampaikan mencengangkan dan menggugah keinginan saya untuk studi di luar negeri.

Sepulang dari seminar saya membulatkan tekad, “Saya harus pergi keluar negeri, dimanapun negaranya!”. Awalnya saya sempat terfikirkan untuk mengambil studi di Australia sebagai negara yang banyak diburu oleh pelajar Indonesia. Karena ada beberapa faktor, hanguslah harapan saya untuk menempuh studi di negara tersebut. Sayapun masih mencari beberapa negara sebagai solusi pengganti, sampai pada akhirnya Turki menjadi pilihan studi saya. Negara yang kaya akan sejarah, negara yang memiliki kualitas pendidikan yang baik, sekaligus negara yang pernah menjadi pusat peradaban dunia.

Pertama kali mengetahui hal-hal tentang Turki saya langsung jatuh hati dan ketika teringat Turki selalu ada satu nama yang terbesit dipikiran saya, “ISTANBUL”. Beberapa orang menyebut Istanbul adalah salah satu kota terindah di dunia. Bahkan Napoleon Bonaparte pun pernah berkata “If the world was only one country, Istanbul would be its capital!”

Istanbul University, kampus tertua di Turki yang didirikan langsung oleh Muhammad Al Fatih langsung menjadi incaran saya. Saya mempersiapkan diri untuk ujian YÖS (Yabancı uyruklu Öğrenci Sınavı) Istanbul University, saya mengikuti bimbingan privat khusus untuk YÖS. Ujian ini diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta dan saya benar-benar bertekad penuh untuk itu. Biarpun tekad saya sempat layu karena adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan ujian masuk Istanbul University pun diundur.

Waktu itu tidak ada kepastian dari Istanbul University. Saya pun mencoba daftar di tiga kampus lain di Turki (Bandırma University, Kırkrareli University dan Niğde University). Alhamdulillah saya pun diterima oleh ketiga kampus tersebut menggunakan seleksi jalur rapor. Tidak lama dari itu saya mendapat kabar dari Istanbul University bahwa ujian YÖS dibatalkan dan digantikan menggunakan seleksi nilai rapor juga. Saya sempat merasa khawatir, karena menurut saya apapun yang berasal dari nilai rapor adalah keberuntungan. Tanpa pernah menduga saya diterima di Istanbul University, ternyata kekhawatiran itu hanya ada di dalam diri saya. Pada intinya semua hasil memang bukanlah kita yang menentukan tapi percayalah hasil itu ada karena proses yang kita maksimalkan.

Lima belas hari setelah pengumuman, saya berangkat ke Turki. Hari itu adalah hari dimana  salah satu mimpi saya tercapai, bisa berkuliah di luar negeri. Dua belas jam perjalanan untuk sampai ke Istanbul Airport dan akhirnya saya benar-benar menginjakan kaki di Turki. Pertama kalinya saya meninggalkan keluarga untuk mengejar mimpi-mimpi besar saya.

Setibanya di Istanbul sampai tiga bulan ini banyak sekali hal-hal baru yang saya dapatkan, saya mendapat kesempatan untuk bertemu Duta Besar RI untuk Turki beserta orang-orang hebat lainnya. Banyak di Istanbul khususnya hidup saya. Begitulah kisah saya menjadi mahasiswa Istanbul University. Moga bisa memberikan sedikit inspirasi bagi ya bagi teman-teman semua..

Beberapa foto dokumentasi aktivitas Kak Farrel selama berkuliah di Istanbul University

The last Terimakasih banyak kepada @kuliahditurki_id karena telah membantu saya untuk menempuh studi saya di Turki. Bagi teman-teman yang memiliki keinginan untuk berkuliah di Turki khususnya ke kampus Istanbul University, jangan ketinggalan! sekarang pendafattaran kampus sudah di buka loh. Untuk pendaftaran teman-teman bisa men-klik disini.

Informasi pendaftaran kuliah mandiri di kampus tertua di Turki, Istanbul Universitu melalui jalur berkas untuk tahun 2021telah dibuka!

Terimakasih juga atas doa dan dukungan dari teman-teman dan sahabat saya semua, saya sangat beruntung di kelilingi orang-orang hebat.

Dan yang terakhir untuk Mamah dan Ayah atas semua yang telah diberikan kepada saya.

Sumber: CeritaFarrel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here