Ketua Partai Oposisi Turki (İYİ Parti) Dukung Perubahan Status Aya Sofia Sebagai Masjid.

0
26

Meral Akşener, Ketua Partai İYİ mengatakan bahwa “Aya Sofia harus dibuka untuk beribadah tetapi harus tertutup bagi politik”, tandasnya.

BERITATURKI.COM, Ankara| salah satu ketua partai oposisi Turki, Meral Akşener menyatakan dukungannya terhadap pembukaan Aya Sofia sebagai masjid kembali setelah keputusan presiden Erdoğan jumat pekan lalu, Akşener juga merujuk pembukaan itu sebagai amanah penakluk Istanbul Sultan Mehmet II dari sejak tahun 1453.

“Amanah Sultan Mehmet [Sang Penakluk] akan sepenuhnya dibuka untuk beribadah. Sebuah harapan bangsa kita telah dipenuhi,” kata Meral Aksener kepada anggota grup parlemen dari Partai Baik (İYİ Parti) setelah kunjungan pertamanya pada shalat Jum’at perdana 2 pekan lalu.

Namun Akşener berharap agar “Aya Sofia tetap untuk beribadah, tetapi harus ditutup untuk politik,” tambahnya. Merujuk kepada pernyataan Erdogan pada Pembukaan Aya Sofia.

Pada hari Jumat, pengadilan tinggi Turki membatalkan dekrit Kabinet 1934 yang telah mengubah Hagia Sophia menjadi museum, membuka jalan untuk digunakan kembali sebagai masjid setelah 85 tahun absen.

Aksener mengatakan bahwa Hagia Sophia dibuka untuk beribadah sesuai dengan keinginan seluruh elemen bangsa Turki secara umum.

Sebagaimana diketahui bahwa sebelum 1934 Aya Sofia telah digunakan sebagai masjid selama hampir 500 tahun.

Akşener menyampaiakan kritikannya kepada Erdoğan dengan mengatakan: “Saya mengharapkan dia untuk mencerminkan keinginan dan harapan bangsa (Turki), dan setiap dukungan yang datang dari setiap sayap politik dengan pemanfaatan sentimen kebangsaan yang terlalu bersemangat (asertivism)” ia mengingatkan Erdogan agar berhati-hati dalam menggunakan narasi kebangsaan dengan menggunakan kosakata bahwa “Erdogan seakan sedang melakukannya dengan roh yang sedang berperang. “

Sebagaimana diketahui bahwa sejak masa Kekaisaran Bizantium, selama berabad-abad Aya Sofia telah digunakan sebagai gereja. Menyusul penaklukan Ottoman atas Istanbul pada tahun 1453, bangunan bersejarah itu berubah menjadi masjid, status yang dipertahankannya selama hampir setengah milenium. Tetapi pada tahun 1935, di bawah keputusan Kabinet, Masjid jamik Aya Sofia diubah menjadi museum.AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here