Ketua Parlemen Turki Menolak Sanksi AS

0
30

Sanksi AS terhadap industri pertahanan Turki tidak sesuai dengan aliansi, kata Mustafa Sentop.

BERITATURKI.COM, Ankara – Ketua parlemen Turki, Mustafa Sentop pada hari Senin (14/12/2020) menolak sanksi AS terhadap negara itu atas pembelian pertahanan misilnya.

“Pemberian sanksi tidak sesuai dengan semangat aliansi atau keinginan untuk mendapatkan kembali sekutu,” kata Mustafa Sentop di Twitter.

“Pemahaman bahwa Turki wajib mendapatkan hanya dari mereka di industri pertahanan sudah ketinggalan zaman. Kami akan terus mengambil setiap langkah yang diperlukan untuk pertahanan negara kami,” katanya.

Departemen Keuangan AS pada hari Senin memberlakukan sanksi terhadap Turki atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.

Sanksi tersebut, yang berada di bawah Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), menargetkan Kepresidenan Industri Pertahanan Turki (SSB), termasuk kepalanya Ismail Demir dan tiga pejabat lainnya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa SSB secara sadar terlibat dalam transaksi signifikan dengan Rosoboronexport, entitas ekspor senjata utama Rusia, dengan membeli sistem rudal permukaan-ke-udara S-400.

Sanksi tersebut termasuk larangan semua lisensi ekspor AS dan otorisasi untuk SSB dan pembekuan aset dan pembatasan visa pada Dr. Ismail Demir, presiden SSB, dan petugas SSB lainnya, tambahnya.

Kementerian Luar Negeri Turki mengecam keputusan sanksi tersebut.

“Kami mengutuk dan menolak keputusan untuk menjatuhkan sanksi sepihak terhadap Turki seperti yang diumumkan hari ini oleh AS dalam konteks akuisisi Turki atas sistem pertahanan udara S-400,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Juni 2019 bahwa pendahulunya, Barack Obama, telah memperlakukan Turki dengan tidak adil ketika Ankara meminta untuk membeli sistem pertahanan rudal Patriot AS.

Sebelum keputusan hari Senin, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan sekutunya AS harus mendukungnya, bukan menjatuhkan sanksi padanya.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here