Ketua Parlemen Mustafa Sentop : Kudeta 15 Juli Bukan Diskusi Politik!

0
31

Ketua parlemen mengatakan acara 15 Juli bukan diskusi politik, tapi perjuangan bangsa untuk eksistensi dan non-eksistensi.

BERITATURKI.COM, Ankara – Kudeta yang dikalahkan pada tahun 2016 adalah upaya pendudukan yang didukung asing terhadap Turki, kata ketua parlemen Mustafa Sentop pada hari Kamis (15/07/2021).

“15 Juli bukan diskusi politik, tapi perjuangan bangsa kita untuk eksistensi dan non-eksistensi. Upaya kudeta ini adalah gerakan pendudukan yang didukung asing terhadap Turki,” kata Mustafa Sentop pada peringatan kelima upaya kudeta mematikan oleh Organisasi Teroris Fetullah (FETO).

15 Juli, hari kudeta yang dikalahkan, sekarang ditandai di Turki sebagai Hari Demokrasi dan Persatuan Nasional, dengan peringatan diadakan di seluruh negeri.

Sentop menegaskan di parlemen selama upacara peringatan bahwa FETO telah menyusup ke birokrasi peradilan, militer dan sipil negara itu.

“Ketika aparat FETO dibongkar, Turki mulai mengambil langkah lebih percaya diri dan bertekad menuju tujuan nasionalnya,” katanya.

Melemahkan, mendiskreditkan, dan mengurangi perjuangan Turki melawan FETO pada dasarnya berarti menikam negara dari belakang, kata Sentop.

“Fitur yang membedakan para putschist dan pendukung mereka di Turki adalah bahwa mereka sama sekali tidak nasional,” katanya.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS FetullahGulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016, di mana 251 orang tewas dan 2.734 terluka.

Ankara juga menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi ke lembaga-lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here