Kesepakatan Nagorno-Karabakh akan Berdampak Positif pada Stabilitas Regional, kata Menlu Cavusoglu

0
23
Seorang tentara Azerbaijan berjaga di sebuah pos pemeriksaan di jalan yang memasuki Fuzuli dari Hadrut sehari setelah tentara Baku memasuki distrik terakhir yang diserahkan oleh Armenia di bawah kesepakatan damai yang mengakhiri pertempuran berminggu-minggu di wilayah Nagorno-Karabakh, Azerbaijan, 2 Desember, 2020. (Foto AFP)

BERITATURKI.COM, Ankara – Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu pada hari Kamis (03/12/2020) menyatakan bahwa perjanjian yang baru-baru ini ditandatangani atas wilayah Nagorno-Karabakh di Azerbaijan akan berdampak positif pada stabilitas regional.

“Sekarang dengan kesepakatan terbaru antara Azerbaijan, Armenia dan Rusia, setelah 30 tahun, ada peluang perdamaian yang nyata. Kursus ini akan berdampak positif pada hubungan antara Armenia, Azerbaijan dan Turki serta pada stabilitas regional,” kata Cavusoglu. saat berbicara pada Pertemuan ke-27 Dewan Menteri Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) melalui konferensi video.

“Kami menyerukan kepada anggota lain dari Grup Minsk, dan terutama para ketua bersama, untuk menahan diri dari tindakan bermotif politik yang akan merusak jalan menuju solusi yang dinegosiasikan,” tambahnya.

Grup Minsk, yang diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan AS, dibentuk pada tahun 1992 untuk menemukan solusi damai bagi konflik antara Baku dan Yerevan atas wilayah Nagorno-Karabakh yang diduduki, tetapi tidak berhasil.

Mengabaikan perjanjian baru-baru ini, Majelis Nasional Prancis menyetujui resolusi Kamis yang menyerukan pemerintah untuk mengakui Nagorno-Karabakh sebagai “republik”.

Menurut PBB, Nagorno-Karabakh adalah wilayah Azerbaijan. Tidak ada negara di dunia, termasuk Armenia, yang mengakui kedaulatan Armenia atas wilayah tersebut.

Mengingat Turki selalu bertindak sejalan dengan hukum dan legitimasi internasional, Çavuşoğlu menekankan bahwa negara tersebut, sebagai anggota Grup Minsk, berkomitmen untuk mendukung semua upaya untuk menemukan solusi yang langgeng untuk masalah Nagorno-Karabakh.

Bentrokan baru meletus pada 27 September dan berlanjut selama 44 hari, selama itu Baku membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desanya dari pendudukan Armenia.

Pada 10 November, kedua negara menandatangani kesepakatan yang ditengahi Rusia untuk mengakhiri pertempuran dan bekerja menuju solusi yang komprehensif.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Azerbaijan mendapatkan kembali kendali atas sebagian Nagorno-Karabakh serta tujuh distrik yang berdekatan yang diduduki Armenia selama perang tahun 1990-an.

Sumber : Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here