‘Kereta Api Kebaikan’ Turki Tiba di Afghanistan

BERITATURKI.COM, Kabul – Kereta api yang membawa 750 ton bantuan kemanusiaan yang berangkat dari Ankara pada 27 Januari lalu tiba di Afghanistan melalui Gerbang Perbatasan Turgundi di perbatasan Turkmenistan pada hari senin (7/2).

Upacara yang diadakan di Gerbang Perbatasan Turgundi dihadiri oleh Duta Besar Turki untuk Kabul Cihad Erginay, AFAD, Bulan Sabit Merah Turki, pejabat Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA), Gubernur Herat pemerintahan Taliban Mevlana Nur Ahmed Islamcar, Walikota Herat Hayatullah Muhacir dan Pejabat Bulan Sabit Merah Afghanistan.

Selain itu, para pejabat Yayasan Maarif Foundation Turki Afghanistan dan para siswa yang belajar di sekolah-sekolah Maarif di Herat juga hadir dalam upacara tersebut.

Saat berbicara pada upacara tersebut, Duta Besar Turki untuk Kabul Cihad Erginay mencatat bahwa bantuan akan dikirimkan ke berbagai lembaga di negara tersebut seperti Kementerian Kesehatan dan Bulan Sabit Merah Afghanistan, serta keluarga yang membutuhkan, dan ia mengatakan, “Sebagai hasil dari bantuan ini, kami bertujuan untuk memberikan bantuan kepada sekitar 30 ribu keluarga dengan 750 ton bantuan ini. Ini akan didistribusikan ke keluarga di setiap sudut Afghanistan dan di 34 provinsi. Dengan kata lain, kami akan mencapai 34 provinsi dengan bantuan ini. Kami akan menjangkau setiap sudut Afghanistan. Kami sangat akan hal ini.”

Saat menyatakan bahwa selain lingkungan konflik, Afghanistan juga menghadapi berbagai krisis seperti pandemi Covid-19, negara ini sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, Erginay mengatakan, “Kami menyerukan kepada seluruh komunitas internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan ini. Karena Afghanistan dan rakyat Afghanistan membutuhkan ini. Turki sangat responsif terhadap kebutuhan ini. Turki telah menyediakan dan akan terus melakukan apa pun yang dapat dilakukannya, bersama dengan semua segmennya.”

Sambil mencatat bahwa Kereta Kebaikan kedua akan tiba di Afghanistan pada akhir Februari, Erginay berkata, “Ini bukan pertolongan pertama Turki dan orang-orang Turki kepada Afghanistan dan kepada orang-orang Afghanistan. Dan ini juga bukan pertolongan terakhir.”

Ikatan yang tak terpisahkan antara dua bangsa

Maulana Nur Ahmed Islamcar, Gubernur Herat dari pemerintahan Taliban menyatakan bahwa ada ikatan sejarah, budaya dan agama berusia berabad-abad antara Afghanistan dan Turki, dan ia menggambarkan ikatan ini sebagai “ikatan yang tak terpisahkan”.

Islamcar mencatat bahwa Mevlana Jalaluddin Rumi, yang lahir di provinsi Belh Afghanistan saat ini, dan Mahmud dari Ghazni, yang pernah memerintah Afghanistan dimasa lalu merupakan simbol terkuat dari ikatan antara dua negara.

Berharap agar Turki sebagai negara yang kuat di arena politik juga akan mendukung Afghanistan di arena internasional, Islamcar mengatakan:

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada negara sahabat Turki dan rakyat Turki yang bersahabat di bawah kepemimpinan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan juga kepada organisasi bantuan Turki seperti Bulan Sabit Merah Turki dan AFAD, yang telah memberikan bantuan kepada kami dengan mengirimkan Kereta Api Kebaikan dari Ankara ke Turgundi sebagai tanda persahabatan.”

Otoritas Turki Telah Melaksanakan Pekerjaan Yang Sulit

Pejabat lembaga Turki yang mengambil tindakan setelah perintah Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk mengirimkan Kereta Api Kebaikan telah melakukan upaya besar untuk mengoordinasikan kereta ini.

Berbicara kepada koresponden Anadolu Agency, pejabat organisasi mengatakan bahwa mereka begadang beberapa hari agar berhasil menyelesaikan tugas yang menantang ini.

Burhan Aslan, ketua AFAD International Humanitarian Aid Group, mengatakan bahwa ia dan timnya menghabiskan banyak upaya di setiap tahapan rencana, seperti mengumpulkan bahan bantuan, memuatnya di kereta, menyelesaikan prosedur resmi, mengangkut bantuan ke Afghanistan dan membagikan bantuan kepada orang yang tepat di 34 provinsi.

Dengan memperhatikan bahwa mereka telah berhasil menyelesaikan tugas yang begitu sulit, Aslan berkata, “Kami akan terus bersama 18 juta warga Afghanistan yang berada dalam keadaan membutuhkan makanan, pakaian, selimut, perlengkapan kebersihan dan kesehatan.”

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here