Kereta Amal Kedua Turkiye Berangkat ke Afghanistan Membawa 920 Ton Bantuan

Kereta 45 gerbong melewati Iran, Turkmenistan sebelum mencapai Afghanistan, kata kepala kereta api negara Turki.

BERITATURKI.COM, Ankara – “Kereta amal” kedua yang membawa 921 ton barang darurat ke Afghanistan di bawah koordinasi pemerintah Turkiye, berangkat dari ibu kota Turki, Ankara, pada Jumat (11/02/2022).

Dengan tujuan menempuh perjalanan sejauh 4.168 kilometer (3.590 mil), pengiriman ini membawa bantuan dari 16 organisasi kemanusiaan di 45 gerbongnya, yang dikoordinasikan oleh Disaster and Emergency Management Presidency (AFAD) yang dikelola negara.

Ini akan melewati Iran dan Turkmenistan sebelum tiba di Afghanistan dengan pengiriman bahan bantuan penting, kata Hasan Pezuk, kepala Kereta Api Negara Turki (TCDD), yang menghadiri pengiriman tersebut.

Berbicara di acara tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri Ismail Catakli mengatakan Turkiye telah mengulurkan tangan membantu mereka yang membutuhkan dari Myanmar ke Afghanistan, Yaman, dan bagian lain dunia.

“Berkat bangsa kami yang murah hati dan upaya intens LSM (organisasi non-pemerintah), kami akan terus membantu Afghanistan,” tambahnya.

Enver Iskurt, wakil menteri transportasi dan infrastruktur, menunjuk hubungan yang mengakar antara kedua negara, menggarisbawahi bahwa rakyat Turki dan Afghanistan adalah saudara dan saudari.

Sementara itu, Ketua AFAD Yunus Sezer mengucapkan terima kasih kepada organisasi dan individu yang telah memberikan bantuan.

“Dengan kereta ini, kami juga mengirimkan kebaikan dan kasih sayang orang-orang kami, berdasarkan budaya yayasan (amal) kami dan antusiasme dan kegembiraan membantu yang tertindas di mana pun mereka berada di dunia,” kata Sezer.

‘Kami akan terus membantu’

Berbicara di acara tersebut atas nama organisasi amal, Hafiz Osman Sahin, seorang pejabat dari Diyanet dan Yayasan Diyanet Turkiye, mengatakan dunia sedang melalui masa yang sangat sulit yang ditandai dengan bencana alam, konflik, pembantaian, pandemi, kelaparan, dan kemiskinan.

“Tetapi kami sebagai bangsa selalu berdiri di pihak yang tertindas dan korban, dan sebagai bangsa, kami akan terus membantu,” tegas Sahin.

Perwakilan kemanusiaan lainnya juga hadir di antara hadirin.

Pada 27 Januari, dua kereta dengan 47 gerbong membawa 750 ton bantuan meninggalkan Ankara, mencapai Afghanistan pada 7 Februari.

Menurut kantor koordinasi kemanusiaan PBB OCHA, setengah dari populasi Afghanistan sekarang menghadapi kelaparan akut, sementara lebih dari 9 juta orang kehilangan tempat tinggal dan jutaan anak putus sekolah.

PBB dan mitra-mitranya sebelumnya telah meluncurkan permohonan dana senilai $4,4 miliar untuk mencegah bencana kemanusiaan di Afghanistan pada tahun 2022.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga telah memperingatkan bahwa jutaan warga Afghanistan berada di ambang kematian, mendesak masyarakat internasional untuk melepaskan aset beku negara yang dilanda konflik dan memulai kembali sistem perbankannya.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here