Kenalkan Budaya Turki, KSE Gelar Nobar dan Bedah Film “125 Years Memory” di Islamic Book Fair 2019

0
134

BERITATURKI.COM, Jakarta – Komunitas Sahabat Erdogan (KSE) akan menggelar “nonton bareng” (nobar) dan bedah film “125 Years Memory” bersama Sarah Larasati Mantovani (Alumni Bimtek Penulisan Sejarah Kemdikbud) pada hari Kamis, 28 Februari 2019, di booth literasi Al Fatih Islamic Book Fair (IBF). Acara yang akan dimulai pukul 16.00-18.00 WIB itu bertempat di area Family and Kids Zone, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Film drama yang ditulis oleh Eriko Komatsu serta disurtadarai oleh Mitsutoshi Tanaka tersebut merupakan hasil produksi bersama antara Jepang dan Turki.  Film “125 Years Memory” dirilis di Jepang oleh Toei pada 5 Desember 2015 dan rilis di Turki oleh Mars pada 25 Desember 2015. Ditayangkan perdana pada tahun 2015, film ini sukses menjadi salah satu nominasi dalam gelaran 39th Japan Academy Prize. Tak hanya itu, “125 Years Memory” juga berhasil memenangkan penghargaan untuk kategori Best Art Direction and Best Sound Recording.

Diambil dari kisah nyata, film hasil kerja sama Turki dan Jepang berjudul “125 Years Memory” menceritakan tentang kisah penduduk Jepang, dengan latar waktu tahun 1890-an, menolong korban kapal Kekhalifahan Usmani Ertuğrul yang kandas akibat badai di perairan Pasifik dekat Tanjung Kashino. Ialah Mustafa, seorang awak kapal yang berhenti bernafas hingga akhirnya seorang dokter bernama Tamura, yang merupakan dokter baik hati dan dipercaya penduduk Kashino untuk merawat warga yang sakit, mencoba berbagaai cara untuk menyelamatkan Mustafa.  

Berhasil selamat, Mustafa akhirnya mengetahui bahwa ternyata hanya ada 69 kru kapal yang tersisa dari total 618 kru Kapal Ertuğrul. Hati Mustafa berkecamuk, ia merasa bersalah karena telah diselamatkan sementara banyak korban lain yang tak tertolong. Singkat cerita Mustafa tersentuh oleh kebaikan yang dilakukan penduduk Jepang kepadanya, dimana barang-barang pribadi yang sempat ia hancurkan karena emosi justru satu per satu diperbaiki oleh penduduk desa, hingga akhirnya ia kembali kembali pulang ke Turki. Alur film tersebut kemudian menampilkan bentuk balas budi seorang pejabat Kedutaan Turki di Iran yang bernama Murat,  atas kisah ketulusan hati warga Kashino 125 tahun yang lalu.

Anda penasaran? Yuk, kunjungi booth literasi Al Fatih Islamic Book Fair (IBF) dan ikuti rangkaian acaranya! Info lebih lanjut hubungi +62 857-7190-5728.(Yn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here