Kenali Sejarah Gulat Turki Lewat Museum Sejarah Gulat di Balıkesir Turki

0
84

BERITATURKI.COM, Turki – Museum gulat yang didirikan di kota Sındırgı provinsi Balıkesir, menyajikan informasi tentang sejarah olahraga gulat serta memamerkan barang-barang pribadi dari para pegulat terkenal. Kantor Kejaksaan bersejarah di kota Sındırgı, Balıkesir yang dibangun pada tahun 1884 tersebut dipulihkan dan diubah menjadi museum oleh pemerintah kota tahun lalu. Pada museum tersebut terdapat perlengkapan gulat bersejarah, pakaian gulat, koran dan foto mengenai kompetisi gulat yang pernah berlangsung sebelumnya.

Selain itu, pada museum yang dibangun di tanah tempat berkembangnya pegulat terkenal seperti Mehmet Ali Yağcı dan Mehmet Gacaroğlu, terdapat bengkel mini yang memamerkan berbagai action figur mini seperti piala dan medali milik para pegulat, wasit gulat, orang yang mendoakan gulat (güreş ağası), drum dan terompet khas Turki.

Walikota Sındırgı Ekrem Yavaş mengatakan bahwa banyak pegulat penting tumbuh di kota tersebut. “Museum yang kami buka di kota kami ini dikenal sebagai rumah pegulat, berisi semua jejak gulat di masa lalu. Di museum, ada action figur mini yang menggambarkan tentang gulat serta kenangan pegulat penting yang tumbuh di wilayah kami. Piala dari pegulat ulung seperti Mehmet Ali Yağcı, beberapa barang pribadi, dan foto-foto dipajang di museum kami. Tidak ada museum lain di Turki yang menyoroti olahraga gulat minyak khas Turki dengan cara seperti ini.”

Ekrem Yavaş menekankan, 17 tokoh legendaris, artikel dan informasi tentang kehidupan pegulat terdapat di museum ini. “Di museum juga dijelaskan bagaimana gulat di dunia dimulai. Gulat dulunya dilakukan di setiap pernikahan, setiap perayaan. Saat ini, gulat tidak terlalu banyak ditampilkan seperti dulu. Gulat dulunya merupakan olahraga untuk persiapan pertarungan atau perang. Kantong kertas berisi kacang panggang dan kain bermotif sepanjang 2 meter menjadi syarat dari diadakannya gulat Turki. Saat itu, ‘dorongan’ untuk gulat sangat diperlukan. Di masa lalu, seperti saat ini, dorongan bukan berupa uang tapi kantong kertas berisi kacang panggang. Kami melihat mereka sebagai legenda di museum ini,” pungkasnya. (Lin)

Sumber: AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here