Kementerian Kesehatan : Lebih dari 28,2 Juta Suntikan Vaksin Telah Diberikan di Turki

0
9

Kementerian Kesehatan melaporkan 9.375 kasus baru, 175 kematian terkait COVID, 11.192 pemulihan selama 24 jam terakhir.

BERITATURKI.COM, Ankara – Turki telah memberikan lebih dari 28,23 juta dosis vaksin COVID-19 sejak peluncuran kampanye vaksinasi massal pada pertengahan Januari, dengan sebanyak 170.000 diberikan pada hari Selasa (25/05/2021) menurut angka resmi.

Hingga Selasa, lebih dari 16,16 juta orang telah menerima dosis pertama mereka, sementara lebih dari 12 juta telah divaksinasi penuh, kata hitungan Kementerian Kesehatan.

Kementerian juga mengonfirmasi 9.375 kasus virus korona baru, termasuk 693 pasien bergejala, di seluruh negeri dalam 24 jam terakhir.

Penghitungan keseluruhan kasus Turki sekarang lebih dari 5,2 juta, sementara jumlah kematian nasional telah mencapai 46.621 dengan 175 kematian selama sehari terakhir. Sebanyak 11.192 lebih pasien memenangkan pertempuran melawan virus, meningkatkan jumlah pemulihan melewati 5,04 juta.

Lebih dari 52,81 juta tes virus korona telah dilakukan hingga saat ini. Angka terbaru menyebutkan jumlah pasien COVID-19 dalam kondisi kritis mencapai 1.667.

Jumlah kasus di Turki

Menteri Kesehatan Fahrettin Koca juga merilis tingkat infeksi mingguan terbaru di berbagai wilayah negara. Fahrettin Koca membagikan data untuk 15-21 Mei di Twitter dan menyebut jumlah kasus yang menurun di negara itu.

“Penurunan terbesar dalam jumlah kasus per 100.000 orang terlihat di Erzincan, Istanbul, Karabuk, Agri, dan Karaman. Jalan positif terus berlanjut. Kami akan berhasil dengan berjuang bersama, ”kata Koca di Twitter.

Di kota-kota terbesar Turki, jumlah kasus per 100.000 orang adalah 123 di kota metropolitan Istanbul – rumah bagi hampir seperlima populasi Turki – dan juga 123 di ibu kota Ankara dan 72 di Izmir di Laut Aegea.

Provinsi Hatay, Osmaniye, dan Adana memiliki infeksi COVID-19 terendah per 100.000 orang. Turki pada 17 Mei memulai proses normalisasi bertahap setelah penguncian 17 hari yang membuat infeksi di negara itu turun secara signifikan.

Hingga 1 Juni, negara ini memberlakukan jam malam malam kerja mulai pukul 9 malam. hingga jam 5 pagi, sementara akhir pekan diisolasi penuh.

Sejak Desember 2019, pandemi telah merenggut lebih dari 3,4 juta nyawa di 192 negara dan wilayah, dengan lebih dari 167,4 juta kasus dilaporkan di seluruh dunia, menurut Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here