Kegiatan Amal Turki Berikan Bantuan Kepada 1,3 Juta Muslim Rohingya

0
75
Dok. AA

Istanbul. Yayasan Bantuan Kemanusiaan yang berbasis di Istanbul (IHH) sejauh ini telah menjangkau sebanyak 1,3 juta  Muslim Rohingya sejak krisis di negara bagian Rakhine Myanmar tersebut mulai berlangsung pada 25 Agustus 2017. Menurut sebuah pernyataan oleh IHH, mereka telah menyediakan makanan, air, tempat tinggal, barang-barang keperluan pribadi dan pakaian serta fasilitas kesehatan dan rehabilitasi untuk warga Rohingya di Bangladesh, Myanmar, dan India sejak tahun 1996.

Berdasarkan keterangan dari Amnesty International lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar anak-anak, dan perempuan, melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke negara tetangga Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas pada bulan Agustus 2017.

Keterangan tersebut menambahkan bahwa IHH membangun 7,432 unit rumah bambu yang dilengkapi dengan panel surya dengan total target pembangunan sebanyak lebih dari 13.000 unit rumah bambu. Unit-unit perumahan yang mereka bangun telah dipamerkan sebagai model oleh Organisasi Migrasi Internasional PBB (IMO) kepada organisasi non-pemerintah lainnya yang bekerja untuk bantuan kemanusiaan di daerah itu.

Dilansir dari Anadolu Agency, bantuan berupa tenda telah didistribusikan kepada 16.365 keluarga, sementara tikar jerami telah diberikan kepada 12.540 keluarga yang tinggal di kamp-kamp, baik di Myanmar dan Bangladesh.

Perawatan kesehatan dan akses air bersih

Pada hari-hari pertama krisis tahun lalu, IHH membuka tiga pusat kesehatan darurat di Myanmar dan Bangladesh, serta membantu dengan perawatan dan logistik 45 orang Rohingya yang terluka. Pusat kesehatan melakukan pemeriksaan pada total 109.750 orang sejak berdirinya pusat kesehatan tersebut. Selain itu, akses air bersih telah disediakan melalui 113 sumur, 10 sumur tabung dengan masing-masing kapasitas penyimpanan sebanyak 5.000 liter air dan 305 lavatories.

Pernyataan itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa lima pusat rehabilitasi dibangun untuk anak-anak dan anak yatim yang tinggal di kamp-kamp di Cox’s Bazar. Pusat-pusat tersebut saat ini menyediakan tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, dan makanan untuk 1.094 anak-anak. Sebanyak 678 anak diberikan dukungan reguler dalam program sponsor oleh organisasi yang fokus pada penanganan anak yatim.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai orang-orang yang paling didiskriminasi di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat karena puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012. Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut laporan oleh Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA).

Lebih dari 34.000 orang Rohingya juga dilemparkan ke dalam api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, menurut laporan OIDA dengan judul “Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terkira”. Sekitar 18.000 wanita dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dirusak, tambahnya.

PBB mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan negara Myanmar. Dalam laporannya, para penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here