Kaum Perempuan Mali Memberi Dukungan Kepada Para Ibu di Diyarbakır

0
10

BERITATURKI.COM, Bamako – Perempuan korban konflik di Mali ikut memberikan pesan dukungan kepada para ibu-ibu di Diyarbakır yang berharap anak-anaknya kembali pulang. Para ibu-ibu tersebut pun melakukan aksi protes di depan kantor Partai HDP hingga hari ini. Sebab Partai HDP dianggap bertanggung jawab atas penculikan anak-anak mereka ke pegunungan oleh kelompok PKK.

Acara yang diselenggarakan oleh partai “Solidaritas Afrika untuk Demokrasi dan Kemerdekaan (SADI)” dalam rangka “Hari Perempuan Afrika 31 Juli” di ibukota Mali Bamako, tidak melupakan perjuangan para ibu-ibu di Provinsi Diyarbakır.

Perempuan Mali pun juga melakukan video call dengan para ibu di Diyarbakır pada acara yang dihadiri oleh Duta Besar Turki untuk Bamako Murat Mustafa Onart.

Sambil berbicara dengan para ibu-ibu di Diyarbakir, Duta Besar Onart mengatakan, “Perjuangan Anda telah terdengar hingga kesini. Suara Anda telah terdengar ke negeri-negeri yang jauh. Sayangnya, para perempuan disini juga para korban konflik. Oleh karena itu, mereka sangat memahami kondisi Anda dan telah menerima pesan Anda. Lanjutkan perjuangan Anda, Anda tidak boleh putus asa, Seperti yang Anda lihat, suara Anda telah bergema hingga ke wilayah yang jauh”

Dalam pernyataan yang dibacakan atas nama organisasi perempuan “Gerakan Aoua Keita”, disebutkan bahwa ibu-ibu Diyarbakır telah menunggu anak-anak mereka yang diculik oleh organisasi teroris separatis PKK di depan gedung Kantor Partai HDP selama 698 hari.

Pernyataan tersebut juga mengutip pernyataan Presiden Recep Tayyip Erdoğan yang berisi, “Ibu-ibu Diyarbakır telah menghancurkan tembok ketakutan para teroris dengan bendera yang mereka kibarkan dan mengungkap wajah pengkhianatan organisasi separatis PKK dan serta perluasan politiknya. Kami akan terus berusaha dan berjuang siang dan malam untuk selalu kuat dalam perjuangan ini.”

Dalam pernyataan itu juga tertulis ungkapan para perempuan Mali yang berisi “Sebagai perempuan yang kehilangan pasangan, anak, dan saudara kandung mereka akibat aksi teroris yang diorganisir dan didukung oleh imperialisme Prancis dan sekutunya di Mali, kami mengutuk keras tindakan organisasi separatis karena kasus penculikan paksa anak-anak di Turki. Kami mendukung tekad ibu Diyarbakr untuk terus melakukan aksi melawan mereka yang telah menculik anak-anak di Diyarbakır, Kami mengirimkan pesan solidaritas kepada ibu mereka di sini. Kami juga memberikan dukungan kami kepada bangsa Turki dalam perjuangan ini.”

Sambil menekankan bahwa para ibu di Diyarbakır tidak sendiri mereka berkata, “Perempuan yang kehilangan suami, ayah, dan saudara kandungnya karena terorisme di Mali sedang berjuang untuk perjuangan yang sama dengan ibu di Diyarbakr.”

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here