Karya Ottoman Masuki Dunia Digital

0
39

BERITATURKI.COM, Turki – Satu-satunya perangkat lunak di dunia dengan standar internasional, OCR Ottoman yang dicanangkan oleh Pusat Penelitian Sejarah, Seni dan Budaya Islam (IRCICA), berisi karya-karya yang ditulis dalam bahasa Ottoman dan membukanya untuk para peneliti di IRCICA Farabi Digital Library. Koordinator proyek IRCICA Ottoman Abdullah Topaloğlu mengatakan bahwa mereka mentransfer karya Ottoman ke dunia digital melalui Perpustakaan Digital Farabi dalam lingkup Proyek OCR Turki Ottoman. Proyek ini teruwjud berkat dukungan Badan Pengembangan Istanbul (ISTKA), yang bekerja di bawah koordinasi Kementerian Perindustrian dan Teknologi.

Topaloğlu menyatakan bahwa IRCICA adalah sub-organisasi dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI), yang beranggotakan 56 negara Muslim, dan melakukan penelitian, publikasi, informasi dan arsip di bidang sejarah, budaya, peradaban dan seni serta mengatur organisasi yang terkait dengan sejarah, budaya, peradaban, dan dunia seni di negara-negara Islam. Menekankan bahwa IRCICA memiliki perpustakaan yang sangat kuat, Topaloğlu berkata, “Perpustakaan fisik dan digital kami sangat kuat. Peneliti dari seluruh dunia menggunakan koleksi ini. Secara umum, koleksi kami bersifat akademis. Buku intelektual. Kami menawarkan dua opsi kepada peneliti kami; satu adalah aplikasi perpustakaan klasik normal, yang lain adalah perpustakaan digital.”

Sumber Foto: TRT Haber

Abdullah Topaloğlu juga menyatakan bahwa mereka mendirikan Perpustakaan Digital pada tahun 2011 dan memindahkan karya-karya Ottoman ke dunia digital. “Sejak 2015, kami terus mengerjakan OCR dengan dukungan İSTKA. Dengan dukungan ini, kami telah melanjutkan kegiatan kami selama 4 tahun. Dalam koleksi perpustakaan kami, kami telah mentransfer karya-karya digital tanpa hak cipta. Hampir 2 juta gambar saat ini tersedia di situs web Perpustakaan Digital Farabi. Lebih penting lagi, dengan adanya menu search memudahkan dalam mencari karya. Dengan kata lain, memungkinkan untuk melakukan penelitian yang berlangsung selama berminggu-minggu dalam periode yang jauh lebih singkat.

Contohnya seperti ini; Bayangkan Anda sedang mencari topik di koran Tasvir-i Efkar. Katakanlah topik Anda adalah Masjid Biru. Untuk menemukan data yang relevan di sana, Anda harus meninjau setiap halaman dari setiap surat kabar dan membaca setiap masalah sehingga Anda dapat menemukan topik yang Anda cari. Namun, jika Anda mengetik Masjid Biru di bilah pencarian di Farabi Digital Library, layar akan memuat nomor mana, pada halaman mana dan pada baris keberapa kata tersebut berada,” jelasnya. Ia menambahkan, perpustakaan digital yang mereka kembangkan memberikan penghematan waktu dan efisiensi bagi para peneliti. Solusi ini melayani semua ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia.

Menunjukkan bahwa proyek tersebut dikembangkan untuk ekosistem sejarah, budaya dan seni, bukan untuk tujuan komersial, Topaloğlu mengatakan, “IRCICA, tidak berencana untuk menjualnya. Kerjasama antar perpustakaan di Turki ini bertujuan untuk membangun database perpustakaan umum digital. Dengan kata lain, setiap perpustakaan dan setiap pusat data dari negara kita atau luar negeri dapat bergabung dengan jaringan ini dan mengunggah buku mereka di sini dan mengirimkannya ke pembaca mereka. Kami juga menginginkan lembaga yang menyimpan karya-karya dengan bahasa Ottoman seperti di Perpustakaan Nasional Turki, Perpustakaan Süleymaniye, Perpustakaan Negara Beyazıt, Universitas Istanbul dan perpustakaan lain, turut bergabung dengan jaringan ini.” (Lin)

Sumber: AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here